Penjualan iPhone di China Anjlok 24%, Popularitas Huawei Justru Melonjak
Rabu, 06 Maret 2024 - 20:32 WIB
loading...
Menurut Counterpoint, penurunan tersebut terjadi karena Apple menghadapi persaingan sengit dari kompetitor lokal seperti Huawei. Foto: Reuters
A
A
A
JAKARTA - Penjualan iPhone Apple di China anjlok 24% dalam enam minggu pertama 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut dilaporkan firma riset Counterpoint. Apa sebabnya?
Menurut Counterpoint , penurunan tersebut terjadi karena Apple menghadapi persaingan sengit dari kompetitor lokal seperti Huawei.
Huawei adalah musuh utama Apple di pasar HP premium di China. Ketika minat konsumen China terhadap iPhone menurun, Huawei justru mengalami peningkatan penjualan sebesar 64% di periode yang sama.
Hal ini dapat memicu kekhawatiran akan penurunan permintaan produk Apple selama 2024. Jika di awal tahun momentumnya tidak bagus, bisa-bisa perkiraan analis terhadap target pendapatan Apple tahun ini akan meleset.
Bahkan, sejumlah analis Wall Street memperkirakan pendapatan Apple di kuartal pertama 2024 akan berkurang USD6 miliar (Rp94 triliun).
Saham Apple sendiri ditutup 2,8% lebih rendah pada hari Selasa dan telah kehilangan sekitar 12% nilainya sepanjang tahun ini. Bahkan, tertinggal dari perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya di Amerika Serikat.
Menurut Counterpoint , penurunan tersebut terjadi karena Apple menghadapi persaingan sengit dari kompetitor lokal seperti Huawei.
Huawei adalah musuh utama Apple di pasar HP premium di China. Ketika minat konsumen China terhadap iPhone menurun, Huawei justru mengalami peningkatan penjualan sebesar 64% di periode yang sama.
Hal ini dapat memicu kekhawatiran akan penurunan permintaan produk Apple selama 2024. Jika di awal tahun momentumnya tidak bagus, bisa-bisa perkiraan analis terhadap target pendapatan Apple tahun ini akan meleset.
Bahkan, sejumlah analis Wall Street memperkirakan pendapatan Apple di kuartal pertama 2024 akan berkurang USD6 miliar (Rp94 triliun).
Saham Apple sendiri ditutup 2,8% lebih rendah pada hari Selasa dan telah kehilangan sekitar 12% nilainya sepanjang tahun ini. Bahkan, tertinggal dari perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya di Amerika Serikat.
Lihat Juga :