Ahli Patogen Prediksi Penyakit X Dibuat untuk Gantikan Virus Covid-19

Selasa, 05 Maret 2024 - 12:51 WIB
loading...
Ahli Patogen Prediksi...
Ahli Patogen sebut Penyakit X akan gantikan Virus Covid-19. FOTO/ AFP
A A A
JAKARTA - Para penganut teori konspirasi Amerika Serikat (AS) kembali meraup 'keuntungan' setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan adanya epidemi yang lebih berbahaya yaitu 'Penyakit X'.

BACA JUGA - 5 Fakta Menakutkan Penyakit X yang Bisa Memicu Pandemi

Pemeriksaan fakta yang dilakukan oleh AFP menemukan kebohongan, termasuk klaim para elit bahwa patogen yang tidak diketahui itu dapat memusnahkan populasi dunia yang tampaknya berasal dari Washington sebelum menyebar ke kawasan Asia dalam berbagai bahasa.

Pesatnya penyebaran informasi yang salah juga menimbulkan keraguan terhadap efektivitas vaksin, serta mempengaruhi persiapan darurat kesehatan masyarakat sekitar empat tahun setelah pandemi Covid-19 melanda dunia.

Influencer sayap kanan di AS juga mengambil kesempatan untuk menakut-nakuti masyarakat dengan menjual peralatan medis yang menurut para ahli kesehatan merupakan pengobatan Covid-19 yang belum terbukti.

“Penyebar informasi yang salah mencoba mengeksploitasi teori konspirasi untuk menjual produk mereka. Sebab, ini adalah pendapatan utama mereka,” kata Timothy Caulfield dari Universitas Alberta di Kanada.

Teori konspirasi mulai menyebar setelah Forum Ekonomi Dunia disebut sebagai 'magnet misinformasi' ketika panel 'Kesiapsiagaan Menghadapi Penyakit X' berkumpul pada Januari lalu untuk fokus pada ancaman pandemi di masa depan.

Pendiri situs InfoWars, Alex Jones yang telah menyebarkan jutaan teori konspirasi tentang penembakan dengan kekerasan dan Covid-19 sekali lagi membuat klaim palsu di media sosial dengan mengungkap rencana globalis untuk menggunakan Penyakit X sebagai 'senjata genosida'.

Ketika teori konspirasi mulai menyebar di China, ada postingan di platform X yang mengklaim bahwa pemerintah di Beijing telah mulai meluncurkan krematorium keliling yang konon sebagai persiapan untuk kematian massal.

Namun, investigasi pemeriksa fakta AFP menggunakan penelusuran gambar menemukan bahwa video tersebut sebenarnya adalah layanan kremasi hewan peliharaan yang mati.

Oktober lalu, tim investigasi yang sama juga menemukan postingan di media sosial di Malaysia tentang perawat yang dipaksa untuk menerima vaksin yang tidak ada untuk Penyakit X.

Ahli jantung AS, Peter McCullough yang terkenal menyebarkan misinformasi Covid-19 menyatakan tanpa bukti kuat bahwa Penyakit X akan diproduksi di laboratorium bio.

Klaim tersebut dibuat melalui situs perusahaan suplemen yang berbasis di Washington, The Wellness Company, di mana ia juga menjabat sebagai Chief Scientific Officer.

Situs ini mendesak masyarakat untuk bersiap menghadapi Penyakit X dan situs tersebut bahkan menawarkan peralatan darurat medis seharga sekitar USD300 yang berisi obat-obatan termasuk ivermectin yang belum terbukti efektif dalam pengobatan Covid-19.

Situs teori konspirasi sayap kanan The Gateway Pundit juga mempromosikan perangkat tersebut dalam pesan sponsor, 'Penyakit X, Apakah globalis merencanakan pandemi lain?'

“Jangan terlambat untuk bersiap sejak dini,” jelas pesan itu lagi, yang kemudian mengarahkan pembaca ke link untuk memesan kit tersebut.

Wakil Presiden pengawas sayap kiri, Media Matters, Julie Millican mengatakan, penyebaran teori konspirasi untuk menghasilkan uang merupakan permasalahan yang sudah ada sejak lama.

Partai yang dimaksud memang berusaha memanfaatkan pengikutnya yang terlalu fanatik dengan teori konspirasi, jelasnya.

Teori konspirasi ini muncul di tengah meningkatnya skeptisisme masyarakat terhadap efektivitas vaksin.

“Sejak pandemi Covid-19, kami telah melihat penurunan dukungan vaksin terhadap anak-anak dan penolakan banyak orang tua,” jelas sosiolog di University of Colorado Denver, Jennifer Reich.

Beberapa pengikut teori konspirasi Penyakit X telah bersumpah untuk menolak vaksinasi di masa depan karena mereka khawatir akan mempengaruhi respons terhadap keadaan darurat kesehatan.

“Hal ini berpotensi menciptakan kelompok yang mengambil keputusan salah jika wabah benar-benar terjadi,” menurut Profesor Chunhue Chi di Oregon State University.

Bahkan, kata dia, hal tersebut berisiko menjadi kendala besar bagi masyarakat untuk lebih proaktif dalam mencegah penyakit menular yang mungkin muncul.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Berita Terkini
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Infografis
Virus Mirip Covid-19...
Virus Mirip Covid-19 Berpotensi Menular ke Manusia Ditemukan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved