Bangkit dari Hibernasi, 'Moon Sniper' Jepang Lanjutkan Misi

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:19 WIB
loading...
Bangkit dari Hibernasi,...
Moon Sniper Jepang tiba-tiba bangkit dari hibernasi dan melanjutkan misinya untuk mengabadikan bulan. Foto: JAXA
A A A
JAKARTA - Ini tidak disangka-sangka para ilmuwan: pesawat antariksa Jepang secara ajaib terbangun dari hibernasinya. Lalu, mengirimkan gambar-gambar baru bulan ke bumi.

Misi "Moon Sniper" Jepang memang sempat mengalami kebutuan. Terutama, setelah pesawat antariksa mereka tidak aktif hampir sepanjang bulan Februari.

Tidak ada yang menyangka pesawat antariksa tersebut secara ajaib terbangun pada akhir pekan lalu dan mengirimkan gambar-gambar baru ke Bumi.

Demikian disampaikan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). Prestasi ini tidak terduga mengingat pendarat bulan tersebut tidak dirancang untuk bertahan dari suhu ekstrem di Bulan.

Dikenal sebagai SLIM, atau Smart Lander for Investigating Moon, pendaratan kendaraan robot tersebut dilakukan pada 19 Januari 2024, menjadikan Jepang sebagai negara ketiga di abad ini - dan kelima secara keseluruhan - yang mendarat di bulan.

Namun, saat turun, wahana tersebut mengalami anomali dan mendarat dengan posisi "jungkir balik". Artinya, panel suryanya menghadap ke barat bukannya tegak. Alhasil wahan tersebut tidak bisa menerima sinar matahari yang vital untuk menghasilkan tenaga.

Setelah hanya beberapa jam beroperasi dengan daya baterai terbatas, pendarat tersebut mengirimkan gambar mosaik dari lokasi pendaratannya sebelum mati.

Badan antariksa Jepang berharap cahaya dapat mencapai sel surya pesawat ruang angkasa saat sudut matahari di Bulan bergeser, memungkinkan kendaraan untuk bangun kembali.

Benar saja, Moon Sniper, dinamakan seperti itu karena teknologi presisi yang memungkinkannya mendarat hanya 55 meter dari targetnya, bangun 10 hari kemudian dan mulai mengambil gambar baru.

Namun, jam bangun pesawat antariksa itu singkat, dan pada 31 Januari, Moon Sniper memasuki apa yang oleh JAXA disebut sebagai "periode dormansi dua minggu selama malam bulan yang panjang."

Suhu selama malam bulan dapat anjlok hingga minus 208 derajat Fahrenheit (minus 133 derajat Celcius), menurut NASA.

Pemandangan terakhir Bulan dari sudut pandang pendarat sebelum malam bulan dibagikan di media sosial pada tanggal 1 Februari setelah tim misi mengirim perintah ke Moon Sniper dan mengkonfirmasi status tidak aktifnya.

Pesawat antariksa tersebut tidak dirancang untuk menahan suhu ekstrem, tetapi tim mengatakan akan mencoba untuk menjalin kembali komunikasi dengan pendarat pada pertengahan Februari.

Sementara itu, sebuah perusahaan asal Houston bernama Intuitive Machines mendaratkan misi tanpa awak mereka IM-1, juga disebut Odysseus, di kutub selatan bulan.

Pencapaian ini menjadikannya sebagai pesawat komersial pertama yang berhasil mendarat dengan mulus di Bulan, serta kendaraan buatan AS pertama yang mencapai permukaan bulan sejak Apollo 17 pada 1972.

Baca Juga: Dianggap Mukjizat, Wahana SLIM di Bulan Bangun dari Mati Suri

Namun seperti SLIM, misi "Odie" juga mengalami perjalanan yang penuh lika-liku, termasuk harus bergantung pada teknologi eksperimental untuk mendarat.

Selama akhir pekan, tim misi SLIM mengirim perintah ke Moon Sniper dan menerima tanggapan, "membenarkan bahwa pesawat tersebut telah berhasil melalui malam bulan dan mempertahankan kemampuan komunikasi," ungkap JAXA dimediasosial.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Ilmuwan Temukan Fakta...
Ilmuwan Temukan Fakta Alam Eemesta Mengembang 10% Lebih Cepat dari Prediksi
NASA Temukan Batuan...
NASA Temukan Batuan Aneh Berbentuk Sisik Naga di Mars
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Ternyata Bawa iPhone 17 Pro Max ke Bulan
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Berhasil Ungkap Sisi Tergelap Bulan
Bulan Sejajar Terjadi...
Bulan Sejajar Terjadi Tepat di Atas Kakbah, Fenomena Ini Jadi Kalibrasi Arah Kiblat
Prabowo Bakal Kirim...
Prabowo Bakal Kirim Putra-Putri Terbaik Ikut Program Kosmonot Rusia
Mengapa Manusia Tak...
Mengapa Manusia Tak ke Bulan Lagi setelah Lebih dari 50 Tahun? Ini Jawabannya
Elon Musk Berencana...
Elon Musk Berencana Bangun Kota di Bulan yang Tumbuh Sendiri
Rekomendasi
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Berita Terkini
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved