Cetak Sejarah, Wahana Antariksa Swasta Berhasil Mendarat di Bulan
Jum'at, 23 Februari 2024 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
Gambar-gambar pertama dari permukaan bulan diharapkan akan muncul dalam beberapa jam setelah Odysseus mendarat, tergantung pada bagaimana komunikasi dengan wahana antariksa berjalan. Jika muatan ilmiah Odysseus berhasil, mereka bisa mengumpulkan data selama tujuh hari, sampai malam tiba di lokasi pendaratan dan tidak ada lagi daya surya yang tersisa untuk operasi.
Lima dari sembilan upaya mendarat di Bulan terakhir gagal. Di antara kegagalan tersebut adalah misi yang diluncurkan bulan lalu oleh Astrobotic di Pittsburgh, Pennsylvania, yang kehabisan bahan bakar dalam beberapa jam setelah peluncuran karena kerusakan katup. Tetapi bulan lalu, badan antariksa Jepang berhasil menempatkan pendarat SLIM-nya dekat kawah Shioli di dekat khatulistiwa Bulan, meskipun wahana antariksa tersebut mendarat terbalik.
Odysseus diluncurkan pada 15 Februari dari Cape Canaveral di Florida, dan langsung menuju ke Bulan. Di sepanjang jalan, ia beberapa kali menghidupkan mesinnya untuk mengatur jalur yang benar dan mentransmisikan gambar Bumi dan Bulan. Odysseus memasuki orbit bulan pada 21 Februari, awalnya mengitari 92 kilometer di atas permukaan sebelum melakukan upaya pendaratan.
Baca Juga: 3 Teori Konspirasi yang Ragukan Pendaratan Manusia di Bulan, Ini Penjelasan NASA
Wahana antariksa tersebut menghidupkan mesinnya untuk turun ke ketinggian yang lebih rendah, lalu beralih ke serangkaian manuver otonom di mana ia mengorientasikan diri dan mulai menilai kawah dan batu-batu di bawahnya. Ia bergerak menuju lokasi pendaratan yang dimaksud dan menghidupkan mesinnya lagi untuk melambatkan penurunannya, akhirnya mendarat di permukaan bulan.
Lima dari sembilan upaya mendarat di Bulan terakhir gagal. Di antara kegagalan tersebut adalah misi yang diluncurkan bulan lalu oleh Astrobotic di Pittsburgh, Pennsylvania, yang kehabisan bahan bakar dalam beberapa jam setelah peluncuran karena kerusakan katup. Tetapi bulan lalu, badan antariksa Jepang berhasil menempatkan pendarat SLIM-nya dekat kawah Shioli di dekat khatulistiwa Bulan, meskipun wahana antariksa tersebut mendarat terbalik.
Odysseus diluncurkan pada 15 Februari dari Cape Canaveral di Florida, dan langsung menuju ke Bulan. Di sepanjang jalan, ia beberapa kali menghidupkan mesinnya untuk mengatur jalur yang benar dan mentransmisikan gambar Bumi dan Bulan. Odysseus memasuki orbit bulan pada 21 Februari, awalnya mengitari 92 kilometer di atas permukaan sebelum melakukan upaya pendaratan.
Baca Juga: 3 Teori Konspirasi yang Ragukan Pendaratan Manusia di Bulan, Ini Penjelasan NASA
Wahana antariksa tersebut menghidupkan mesinnya untuk turun ke ketinggian yang lebih rendah, lalu beralih ke serangkaian manuver otonom di mana ia mengorientasikan diri dan mulai menilai kawah dan batu-batu di bawahnya. Ia bergerak menuju lokasi pendaratan yang dimaksud dan menghidupkan mesinnya lagi untuk melambatkan penurunannya, akhirnya mendarat di permukaan bulan.
Lihat Juga :