KRI Bubara-868 Kapal Buatan Indonesia yang Bantu Atasi Kebakaran KM Alexindo

Jum'at, 23 Februari 2024 - 04:32 WIB
loading...
KRI Bubara-868 Kapal...
KRI Bubara-868 . FOTO/ DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Unsur TNI Angkatan Laut (TNI AL) yaitu KRI Bubara-868 BKO Danguskamla Koarmada I, membantu menanggulangi kebakaran kapal KM Alexindo di Perairan Teluk Jodoh, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (22/02/2024).

BACA JUGA - Spesifikasi Kapal Perang Rusia Corvette Steregushchiy

KRI Bubara-868 dan KRI Gulamah-869 merupakan kapal perang karya anak bangsa yang diproduksi PT Caputra Mitra Sejati Banten.

Kedua Kapal perang tersebut menambah unsur-unsur kekuatan TNI AL dan sudah menjadi prioritas utama dalam mencapai target Kekuatan Pokok Minimun (MEF) pada 2024.

Dilansir dari Majalah Cakrawala edisi 446 tahun 2019 terbitan Dinas Penerangan Angkatan Laut, KRI Bubara-868 dan KRI Gulamah-869 termasuk kapal perang jenis patroli cepat 40 meter.

KRI Bubara-868 dan KRI Gulamah-869 memiliki spesifikasi panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter, dan bobot 220 ton.

Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot dan kecepatan ekonomis 15 knot, serta memiliki ketahanan (endurance) dalam berlayar selama enam hari.

KRI Bubara-868 dan KRI Gulamah-869 telah dilengkapi dengan dua unit radar dua unit radar (JRC JMR9225-6XN dan JRC JMA-9122- 6XA) dan senjata meriam 30 mm.

Senjata utama: Satu unit Kanon OTO Melara RCWS (Remoted Control Weapon System) caliber 30mm berada pada bagian haluan kapal. Kanon dipasang pada weapon station MARLIN (Modular Advanced Remotely Controlled Lightweight Naval).

Cannon memiliki jarak tembak efektif mencapai 3.000 meter dengan kecepatan tembak runtun 160 munisi per menit. Senjata pendukung: 2 unit Senapan mesin berat Browning caliber 12,7mm (.50)

Kanon OTO Melara dapat beroperasi secara mandiri maupun melalui meja kendali di Pusat Informasi Tempur (PIT) yang ada di kapal tersebut.

Lebih jauh lagi, kanon ini juga dapat terintegrasi dalam satu sistem dalam Combat Management System (CMS), sehingga cannon dapat dikendalikan dari Fire Control System (FCS) pada CMS melalui jalur Local Area Network (LAN).

Kejadian bermula ketika KRI Bubara-868 yang sedang melaksanakan operasi Patkor Indosin 24 mendeteksi secara visual adanya kapal terbakar dan dengan cepat dan sigap segera memberikan bantuan

Penanggulangan dipimpin langsung oleh Komandan KRI Bubara-868, Mayor Laut (P) Abdul Gofur dan para prajurit berjibaku menyemprotkan hidrant air laut dari Haluan, wingbridge kanan/kiri di mana arus dan angin cukup kencang.

Di tengah upaya pemadaman oleh KRI Bubara-868, kapal-kapal lainnya mulai berdatangan memberikan bantuan pemadaman dengan hidran air laut antara lain KN Ular Laut dari Bakamla, KN Rantos dari KPLP, TB Megamas Sky & TB Medelyn 3.

Selanjutnya secara bersama-sama, unsur-unsur tersebut berupaya memadamkan kobaran api. Akhirnya, kobaran api di geladak anjungan berhasil dipadamkan dan seluruh ABK kapal berhasil di evakuasi ke darat dengan selamat. Saat ini KM Alexindo masih dalam posisi lego jangkar di Perairan Teluk Jodoh.

Upaya penyelamatan ini sebagai implementasi pelaksanaan perintah pimpinan TNI AL, Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang selalu menekankan kepada jajaran TNI AL agar memanfaatkan dan melibatkan segala potensi yang dimiliki baik personel maupun alutsista untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti penanggulangan bencana dan SAR.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Siap Bangun Kapal...
Jepang Siap Bangun Kapal Perang Super Terbesar dalam Sejarah
Israel Gunakan Senjata...
Israel Gunakan Senjata Laser saat Membunuh Prajurit TNI di Lebanon
Anthropic Ditekan Pentagon...
Anthropic Ditekan Pentagon untuk Cabut Pembatasan Penggunaan AI dalam Operasi Militer
DARPA Kembangkan Sistem...
DARPA Kembangkan Sistem Anti Drone untuk Kapal Kargo
Militer Israel Dilarang...
Militer Israel Dilarang Keras Menggunakan HP Android Harus Ganti iPhone
Nyaris Tanpa Hambatan,...
Nyaris Tanpa Hambatan, Teknologi Cat Ini Dipakai 38 Kapal Raksasa, Apa Rahasianya?
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Rekomendasi
Selain Dokter Tifa,...
Selain Dokter Tifa, Polda Metro Jaya Juga Tangkap Roy Suryo
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Harun: Kami Berharap Penahanan Ini Ditangguhkan!
Berita Terkini
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Apakah iPhone 18 Pro...
Apakah iPhone 18 Pro Max Akan Jadi Lompatan Terbesar Teknologi Kamera
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved