KRI Bubara-868 Kapal Buatan Indonesia yang Bantu Atasi Kebakaran KM Alexindo
Jum'at, 23 Februari 2024 - 04:32 WIB
loading...
A
A
A
Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot dan kecepatan ekonomis 15 knot, serta memiliki ketahanan (endurance) dalam berlayar selama enam hari.
KRI Bubara-868 dan KRI Gulamah-869 telah dilengkapi dengan dua unit radar dua unit radar (JRC JMR9225-6XN dan JRC JMA-9122- 6XA) dan senjata meriam 30 mm.
Senjata utama: Satu unit Kanon OTO Melara RCWS (Remoted Control Weapon System) caliber 30mm berada pada bagian haluan kapal. Kanon dipasang pada weapon station MARLIN (Modular Advanced Remotely Controlled Lightweight Naval).
Cannon memiliki jarak tembak efektif mencapai 3.000 meter dengan kecepatan tembak runtun 160 munisi per menit. Senjata pendukung: 2 unit Senapan mesin berat Browning caliber 12,7mm (.50)
Kanon OTO Melara dapat beroperasi secara mandiri maupun melalui meja kendali di Pusat Informasi Tempur (PIT) yang ada di kapal tersebut.
Lebih jauh lagi, kanon ini juga dapat terintegrasi dalam satu sistem dalam Combat Management System (CMS), sehingga cannon dapat dikendalikan dari Fire Control System (FCS) pada CMS melalui jalur Local Area Network (LAN).
KRI Bubara-868 dan KRI Gulamah-869 telah dilengkapi dengan dua unit radar dua unit radar (JRC JMR9225-6XN dan JRC JMA-9122- 6XA) dan senjata meriam 30 mm.
Senjata utama: Satu unit Kanon OTO Melara RCWS (Remoted Control Weapon System) caliber 30mm berada pada bagian haluan kapal. Kanon dipasang pada weapon station MARLIN (Modular Advanced Remotely Controlled Lightweight Naval).
Cannon memiliki jarak tembak efektif mencapai 3.000 meter dengan kecepatan tembak runtun 160 munisi per menit. Senjata pendukung: 2 unit Senapan mesin berat Browning caliber 12,7mm (.50)
Kanon OTO Melara dapat beroperasi secara mandiri maupun melalui meja kendali di Pusat Informasi Tempur (PIT) yang ada di kapal tersebut.
Lebih jauh lagi, kanon ini juga dapat terintegrasi dalam satu sistem dalam Combat Management System (CMS), sehingga cannon dapat dikendalikan dari Fire Control System (FCS) pada CMS melalui jalur Local Area Network (LAN).
Lihat Juga :