Satelit Sebesar Bus Jatuh ke Bumi, Ini Lokasi Persisnya

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:00 WIB
loading...
Satelit Sebesar Bus...
Satelit European Remote Sensing 2 (ERS-2) jatuh ke Samudra Pasifik. (Foto: ESA)
A A A
JAKARTA - Satelit European Remote Sensing 2 (ERS-2) yang sudah tidak berfungsi jatuh ke Bumi pada Kamis (22/2/2024), setelah mengudara selama hampir 30 tahun di luar angkasa.

Satelit milik Badan Antariksa Eropa (ESA) itu masuk kembali ke atmosfer Bumi pada pukul 12:15 EST (1715 GMT) di atas Samudra Pasifik. Jatuhnya satelit ini mengakhiri fase deorbiting selama hampir 13 tahun yang dimulai dengan 66 pembakaran mesin pada bulan Juli 2011, menghabiskan sisa bahan bakar satelit.

"Kami memiliki konfirmasi kembali atmosfer dari ERS-2 pada 17:17 UTC (18:17 CET) +/- 1 menit di atas Samudra Pasifik Utara antara Alaska dan Hawaii," tulis ESA Operations di X lengkap dengan koordinat Google Maps di mana satelit jatuh ke Bumi.

Space.com mencatat belum jelas apakah ada puing yang jatuh ke permukaan setelah ERS-2 masuk kembali ke atmosfer, tetapi dipastikan tidak ada fragmen yang mengandung zat beracun atau radioaktif.

Baca Juga: Satelit RHESSI Milik NASA Jatuh di Atas Gurun Sahara
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Satelit N5 Sasar Daerah...
Satelit N5 Sasar Daerah Terpencil dan Terluar
Teknologi Satelit Jadi...
Teknologi Satelit Jadi Solusi Konektivitas Digital di Kawasan Timur Indonesia
Rekomendasi
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Berita Terkini
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved