Dokumen Gedung Putih Beberkan Cara AS Rugikan Keuangan TikTok

Kamis, 13 Agustus 2020 - 17:52 WIB
loading...
Dokumen Gedung Putih...
Dokumen rencana Gedung Putih (Administrai Trump) merugikan keuangan TikTok beredar luas. Rencana ini diyakini manjur mematikan operasikan aplikasi China itu di AS. Foto/Ist
A A A
WASHINGTON - Gedung Putih terus berupaya mengusir TikTok dan aplikasi asal China lainnya dari wilayah Paman Sam. Sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat seperti Microsoft dan Twitter sudah siap merogoh koceknya dalam-dalam untuk membeli TikTok. (Baca juga: Giliran Prancis Selidiki TikTok karena Langgar Privasi Pengguna )

Selain mengambil-alih TikTok, Administrasi Donald Trump ternyata mempunyai rencana lain untuk mengusir aplikasi berbagi video pendek yang sudah diunduh 100 juta rakyat AS tersebut.

Reuters hari ini melaporkan, sebuah dokumen dari Gedung Putih menunjukkan bagaimana AS berencana memengaruhi operasi TikTok di negara tersebut. Salah satu cara agar hal ini terjadi ialah dengan mengganggu operasi aplikasi dan sumber pendanaan.

Sebuah sumber di dalam Gedung Putih memverifikasi keaslian dokumen yang mengatakan, "Transaksi yang dilarang dapat mencakup, misalnya, perjanjian untuk membuat aplikasi TikTok tersedia di toko aplikasi ... membeli iklan di TikTok, dan menerima persyaratan layanan untuk mengunduh Aplikasi TikTok ke perangkat pengguna."

Analis industri, mengatakan, jika larangan tersebut mencegah TikTok muncul di App Store dan Google Play Store, hasilnya akan sangat menghambat pertumbuhan aplikasi.

Aplikasi yang juga menghadapi larangan di AS adalah layanan perpesanan pesan, media sosial, dan aplikasi pembayaran seluler WeChat. Aplikasi ini diluncurkan oleh Tencent pada 2011, memiliki lebih dari satu miliar pengguna dan banyak konsumen China mengandalkan aplikasi tersebut setiap hari.

Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang akan melarang perusahaan AS berbisnis dengan WeChat. Dokumen Gedung Putih yang dilihat oleh Reuters tidak jelas apakah WeChat benar-benar akan dilarang di negara bagian.

Larangan AS pada TikTok akan mulai berlaku pada 16 September, tanggal yang sama dengan larangan WeChat juga akan dimulai. James Lewis, pakar keamanan siber di Pusat Kajian Strategis dan Internasional yang berbasis di Washington, mengatakan, "(Rencana Gedung Putih) Itu membunuh TikTok di AS. Jika mereka ingin berkembang, aturan ini menjadi kendala besar."

Lewis mencatat, Pemerintah AS mungkin tidak dapat mencegah penggemar TikTok Amerika mengunduh aplikasi dari situs web asing. TikTok memiliki 100 juta pengguna di Amerika Serikat dan telah menyatakan data dari pelanggannya disimpan di server di AS dan Singapura. Informasi di server digaransi tidak akan diberikan kepada Pemerintah Beijing. (Baca juga: Amien Rais Nilai Separuh Menteri Jokowi Layak Direshuffle )

TikTok mengatakan, mereka berencana untuk terus menghormati kampanye iklan meskipun beberapa perusahaan mengatakan bahwa mereka telah membuat rencana untuk beriklan di aplikasi lain jika TikTok ditutup di Amerika.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
ByteDance Luncurkan...
ByteDance Luncurkan Seedance 2.0, Model AI Generatif untuk Video Realistis
TikTok Dipaksa Matikan...
TikTok Dipaksa Matikan Fitur Infinity Scroll karena Menyebabkan Kecanduan
Pakar Privasi Data:...
Pakar Privasi Data: Kasus Kecanduan TikTok Harus Dibawa ke Persidangan
Siapa Adam Presser,...
Siapa Adam Presser, Alumni Harvard Pro-China yang Jadi Bos TikTok Amerika?
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Rekomendasi
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
Cara Hancurkan TOS-1...
Cara Hancurkan TOS-1 Rusia Diungkap Ahli Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved