Samakan para Pahlawan AS dengan NAZI, Google Minta Maaf

Kamis, 22 Februari 2024 - 07:19 WIB
loading...
Samakan para Pahlawan...
Google meminta maaf karena Gemini menghasilkan teks yang mempromosikan ideologi NAZI. FOTO/ THE VERGE
A A A
JAKARTA - Google telah meminta maaf setelah model bahasa besar (LLM) barunya, Gemini, menghasilkan teks dan gambar yang mempromosikan ideologi NAZI

BACA JUGA - Polandia: Perlakukan Rusia seperti Nazi Jerman

Dalam sebuah posting blog, Google mengatakan bahwa Gemini, yang dilatih pada kumpulan data teks dan kode yang sangat besar, mampu menghasilkan teks yang "konsisten secara faktual dan koheren". Namun, perusahaan mengatakan bahwa model tersebut juga dapat menghasilkan teks yang "berbahaya dan menyinggung".

Google telah meminta maaf atas apa yang digambarkannya sebagai “ketidakakuratan dalam beberapa penggambaran pembuatan gambar historis” dengan Gemini, dan mengatakan bahwa upayanya untuk menciptakan “berbagai macam” hasil tidak tepat sasaran.

Pernyataan tersebut menyusul kritik yang menggambarkan sosok kulit putih tertentu (seperti para Founding Fathers AS) seperti tentara Jerman era NAZI,

“Kami menyadari bahwa Gemini menawarkan ketidakakuratan dalam beberapa penggambaran pembuatan gambar historis,” kata pernyataan Google, yang diposting siang ini di X.

Google mengatakan bahwa telah mengetahui masalah ini setelah Gemini menghasilkan teks yang mempromosikan ideologi NAZI.

Perusahaan mengatakan bahwa telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah model menghasilkan teks yang berbahaya, termasuk menghapus konten berbahaya dari kumpulan data pelatihan dan menyempurnakan algoritme model.

Google mengatakan bahwa berkomitmen untuk mengembangkan AI yang bertanggung jawab dan etis. Perusahaan mengatakan bahwa akan terus bekerja untuk meningkatkan Gemini dan model AI lainnya untuk memastikan bahwa mereka tidak menghasilkan teks yang berbahaya atau menyinggung.

Google meminta maaf karena Gemini menghasilkan teks yang mempromosikan ideologi Nazi.
Perusahaan mengatakan bahwa telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah model menghasilkan teks yang berbahaya.

Google mengatakan bahwa berkomitmen untuk mengembangkan AI yang bertanggung jawab dan etis.
Permintaan maaf Google datang setelah serangkaian kritik terhadap perusahaan atas pengembangan LLM.

Para kritikus mengatakan bahwa model-model ini berisiko menghasilkan teks yang berbahaya dan menyinggung, dan bahwa Google tidak berbuat cukup untuk mengatasi risiko ini.

Permintaan maaf Google adalah langkah positif, tetapi masih harus dilihat apakah perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang cukup untuk memastikan bahwa LLM-nya tidak menghasilkan teks yang berbahaya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Rekomendasi
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved