Ini Cairan Temahal di Dunia, Seharga Rp600 Miliar per Galon

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:56 WIB
loading...
Ini Cairan Temahal di...
Bisa kalajengking memiliki harga fantastis. (Foto: Greek Reporter)
A A A
JAKARTA - Kalajengking dikenal sebagai spesies serangga yang mempunyai bisa berbahaya. Di balik itu, tubuhnya bisa menghasilkan ekstrak cairan termahal di dunia yang harganya mencapai Rp600 miliar per galonnya.

Alasan di balik mahalnya ekstraksi bisa karena cairan tersebut sulit untuk didapatkan. Apalagi kalajengking diternakkan dan bisanya diperas manual di tangan satu per satu. Satu kalajengking hanya menghasilkan paling banyak dua miligram bisa dalam satu waktu.

Proses ekstraksi bisa dari tubuh kalajengking banyak dilakukan warga dari kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah, termasuk negara-negara seperti Mesir, Maroko, dan Iran. Mereka termasuk pemain utama dalam ekstraksi bisa kalajengking karena lingkungannya dipenuhi spesies beragam dan signifikan bagi kepentingan medis, seperti Androctonus mauretanicus.

Greek Reporter melansir, Rabu (21/2/2024), ekstraksi bisa dilakukan dengan metode tradisional, yaitu pemerasan manual dengan merangsang kalajengking secara lembut. Cara ini untuk merangsang pelepasan bisa, lalu mereka mengumpulkannya langsung dengan alat-alat khusus.

Baca Juga: Semakin Kecil Kalajengking, Semakin Mematikan Racunnya

Metode lainnya dengan stimulasi listrik untuk memicu pelepasan bisa agar proses pengumpulannya lebih cepat, namun membutuhkan kalibrasi yang hati-hati agar tak melukai kalajengking.

Baru-baru ini, terdapat sebuah sistem pemerasan otomatis menggunakan robotika dan lingkungan terkontrol untuk memaksimalkan hasil ekstraksi bisa. Metode ini untuk meminimalisasi campur tangan manusia.

Produksi ekstrak bisa kalajengking juga dilakukan di Brasil. Bahkan di kawasan yang dipenuhi spesies kalajengking langka itu terdapat peternakan khusus dan fasilitas untuk ekstraksi bisa, terutama dari Tityus serrulatus yang dikenal dengan bisa neurotoksiknya.

India dan Asia Tenggara juga berkontribusi pada permintaan global untuk bisa kalajengking, dengan spesies seperti Heterometrus swammerdami yang dibesarkan secara komersial untuk pengumpulan bisa.

Baca Juga: 3 Manfaat Racun Kalajengking untuk Kesehatan

Beberapa kultur pengobatan telah menggunakan bisa kalajengking selama berabad-abad sebagai penghilang rasa sakit alami. Meskipun masih dalam eksplorasi, beberapa komponen dari bisa tersebut menunjukkan potensi dalam mengelola nyeri kronis.

Di dalam bisa mematikan kalajengking tersebut, terdapat banyak komponen yang berguna yang membantu mengembangkan obat-obatan terobosan. Klorotoksin, misalnya, memiliki ukuran yang sempurna untuk berikatan dengan sel kanker tertentu di otak dan tulang belakang yang membantu mengidentifikasi ukuran dan lokasi tumor dengan spesifik.

Para peneliti telah menggunakan kalajengking untuk menghilangkan malaria pada nyamuk. Kaliotoxin telah diberikan kepada tikus untuk melawan penyakit tulang. Para ilmuwan berharap bisa berfungsi juga pada manusia.

Hal-hal tadi hanya beberapa dari manfaat medis yang telah ditemukan dalam bisa kalajengking . Semakin mereka menelitinya, semakin banyak penggunaan yang ditemukan. Hal tersebut mengindikasikan permintaan untuk bisa ajaib ini terus meningkat. Jadi para ilmuwan sekarang mencoba untuk mencari cara mendapatkan lebih banyak dengan lebih cepat.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terindikasi Zat seperti...
Terindikasi Zat seperti Racun Tikus, Daging Babi Berubah Jadi Biru
Jamur di kaki Katak...
Jamur di kaki Katak Bikin Ilmuwan Ketakutan, Ini Penyebabnya
5 Ikan Paling Beracun...
5 Ikan Paling Beracun di Dunia, Sekali Sentuh Nyawa Melayang!
Racun di Danau Laguna...
Racun di Danau Laguna Verde Diklaim seperti Air di Mars
Arkeolog Pastikan Kalajengking...
Arkeolog Pastikan Kalajengking Laut Raksasa Pernah Hidup di Bumi
Danau Besar di Amerika...
Danau Besar di Amerika Utara Berubah Warna Akibat Diserang Alga Beracun
BPOM Temukan 24 Obat...
BPOM Temukan 24 Obat Bahan Alam Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Edukasi Obat Herbal...
Edukasi Obat Herbal Aman di Tengah Meningkatnya Kasus Diabetes
Menkes AS Bingung Presiden...
Menkes AS Bingung Presiden Donald Trump Masih Hidup, Padahal Mengonsumsi 'Racun' Sepanjang Hari
Rekomendasi
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Berita Terkini
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved