Unik, Ilmuwan Korea Ciptakan Beras Pengganti Daging
Senin, 19 Februari 2024 - 14:00 WIB
loading...
Eksperimen padi daging di laboratorium Universitas Yonsei Seoul. (Foto: Universitas Yonsei)
A
A
A
JAKARTA - Ilmuwan Korea Selatan berhasil mengembangkan jenis makanan hibrida baru, yaitu beras daging. Makanan pokok ini diklaim dapat mengatasi krisis pangan dan ramah lingkungan .
Eksperimen beras daging pertama kali dilakukan di laboratorium Universitas Yonsei Seoul. Tim mengolah butir beras yang dipenuhi dengan sel-sel otot dan lemak sapi. Butir beras ini dilapisi dengan gelatin ikan untuk membantu sel-sel daging melekat dan kemudian dibiarkan berkultur di cawan petri selama 11 hari.
Hasilnya adalah beras berwarna merah muda yang bisa menjadi alternatif daging murah dan ramah lingkungan. Produk akhir ini mengandung 8 persen lebih banyak protein dan 7 persen lebih banyak lemak daripada beras biasa, serta lebih padat dan rapuh daripada butiran alami.
"Bayangkan mendapatkan semua nutrisi yang kita butuhkan dari beras dengan protein yang dibiakkan dari sel," kata Park So-hyeon, penulis bersama studi tersebut, melalui siaran pers dikutip dari Phys.org, Senin (19/2/2024).
Baca Juga: Tingkatkan Produksi Padi di Indonesia, UGM Kembangkan Padi ‘Amphibi’ Gamagora
"Berbagai nutrisi sudah tinggi dalam beras, tetapi dengan menambahkan sel-sel dari hewan ternak dapat meningkatkannya lebih lanjut," imbuhnya.
Inovasi baru ini, kata dia, juga meninggalkan jejak karbon yang jauh lebih kecil karena metode produksinya menghilangkan kebutuhan untuk memelihara dan beternak hewan yang mengonsumsi banyak sumber daya dan air serta melepaskan banyak gas rumah kaca.
Eksperimen beras daging pertama kali dilakukan di laboratorium Universitas Yonsei Seoul. Tim mengolah butir beras yang dipenuhi dengan sel-sel otot dan lemak sapi. Butir beras ini dilapisi dengan gelatin ikan untuk membantu sel-sel daging melekat dan kemudian dibiarkan berkultur di cawan petri selama 11 hari.
Hasilnya adalah beras berwarna merah muda yang bisa menjadi alternatif daging murah dan ramah lingkungan. Produk akhir ini mengandung 8 persen lebih banyak protein dan 7 persen lebih banyak lemak daripada beras biasa, serta lebih padat dan rapuh daripada butiran alami.
"Bayangkan mendapatkan semua nutrisi yang kita butuhkan dari beras dengan protein yang dibiakkan dari sel," kata Park So-hyeon, penulis bersama studi tersebut, melalui siaran pers dikutip dari Phys.org, Senin (19/2/2024).
Baca Juga: Tingkatkan Produksi Padi di Indonesia, UGM Kembangkan Padi ‘Amphibi’ Gamagora
"Berbagai nutrisi sudah tinggi dalam beras, tetapi dengan menambahkan sel-sel dari hewan ternak dapat meningkatkannya lebih lanjut," imbuhnya.
Inovasi baru ini, kata dia, juga meninggalkan jejak karbon yang jauh lebih kecil karena metode produksinya menghilangkan kebutuhan untuk memelihara dan beternak hewan yang mengonsumsi banyak sumber daya dan air serta melepaskan banyak gas rumah kaca.
Lihat Juga :