Paus Tidur Vertikal Jadi Fenomena Menakjubkan yang Masih Misterius
Jum'at, 16 Februari 2024 - 09:16 WIB
loading...
A
A
A
“Saat tidur, lumba-lumba hidung botol hanya menutup setengah otaknya. Setengah otak lainnya tetap terjaga dalam tingkat kewaspadaan rendah. Sisi yang penuh perhatian ini digunakan untuk mengawasi predator, rintangan, dan hewan lain,” ungkap Bruce.
“Ini juga menandakan kapan harus naik ke permukaan untuk menghirup udara segar. Setelah kira-kira dua jam, hewan itu akan membalik proses ini, mengistirahatkan sisi otak yang aktif dan membangunkan separuh yang beristirahat. Pola ini sering disebut ;tidur siang kucing,” beber Bruce lagi.
Adapun lumba-lumba umumnya tidur di malam hari, tetapi hanya beberapa jam sekali; mereka sering aktif larut malam, kemungkinan menyesuaikan untuk memakan ikan atau cumi-cumi.
Lumba-lumba hidung botol, berdasarkan pembacaan elektroensefalogram (EEG), menghabiskan rata-rata 33,4 persen waktunya untuk tidur. Untuk menghindari tenggelam saat tidur, penting bagi mamalia laut untuk mempertahankan kendali atas lubang semburnya.
Lubang sembur adalah lipatan kulit yang diperkirakan membuka dan menutup di bawah kendali sukarela hewan.
Meskipun masih dalam berdebatan, sebagian besar peneliti merasa bahwa untuk bernapas, lumba-lumba atau paus harus sadar dan waspada untuk mengenali bahwa lubang semburnya berada di permukaan.
Menurut Bruce, mamalia laut juga dapat menghirup lebih banyak udara dengan setiap napas, karena paru-paru mereka secara proporsional lebih besar daripada manusia.
“Ini juga menandakan kapan harus naik ke permukaan untuk menghirup udara segar. Setelah kira-kira dua jam, hewan itu akan membalik proses ini, mengistirahatkan sisi otak yang aktif dan membangunkan separuh yang beristirahat. Pola ini sering disebut ;tidur siang kucing,” beber Bruce lagi.
Adapun lumba-lumba umumnya tidur di malam hari, tetapi hanya beberapa jam sekali; mereka sering aktif larut malam, kemungkinan menyesuaikan untuk memakan ikan atau cumi-cumi.
Lumba-lumba hidung botol, berdasarkan pembacaan elektroensefalogram (EEG), menghabiskan rata-rata 33,4 persen waktunya untuk tidur. Untuk menghindari tenggelam saat tidur, penting bagi mamalia laut untuk mempertahankan kendali atas lubang semburnya.
Lubang sembur adalah lipatan kulit yang diperkirakan membuka dan menutup di bawah kendali sukarela hewan.
Meskipun masih dalam berdebatan, sebagian besar peneliti merasa bahwa untuk bernapas, lumba-lumba atau paus harus sadar dan waspada untuk mengenali bahwa lubang semburnya berada di permukaan.
Menurut Bruce, mamalia laut juga dapat menghirup lebih banyak udara dengan setiap napas, karena paru-paru mereka secara proporsional lebih besar daripada manusia.
Lihat Juga :