Matahari Bisa Terbakar, Benarkah Luar Angkasa Hampa Udara?
Sabtu, 03 Februari 2024 - 13:42 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya, oksigen yang dapat dihirup seperti di Bumi diciptakan akibat Ledakan Besar. Fusi nuklir di dalam bintang muda menghasilkan oksigen seperti yang kita kenal.
Api membutuhkan oksigen untuk terbakar, setidaknya 16 persen dari atmosfer. Tetapi kekurangan oksigen tidak mempengaruhi Matahari lantaran sebenarnya matahari tidak terbakar, dalam arti pembakaran di Bumi.
Baca Juga: Badai Matahari Timbulkan Panas yang Mendekati Suhu Neraka
Sebaliknya, Matahari memiliki reaksi fusi nuklir berkelanjutan. Sejumlah besar hidrogen dan helium pada suhu dan tekanan ekstrem bereaksi untuk menghasilkan cahaya dan panas. Dalam reaksi fusi, dua inti ringan bergabung untuk membentuk satu inti yang lebih berat.
Proses ini melepaskan energi karena massa total inti tunggal yang dihasilkan kurang dari massa kedua inti asli. Massa sisa menjadi energi. Energi ini bepergian sebagai radiasi ke Bumi, berinteraksi dengan atom di atmosfer bumi untuk menciptakan panas. Begitulah Matahari terbakar di wilayah ruang angkasa yang kekurangan oksigen.
Api membutuhkan oksigen untuk terbakar, setidaknya 16 persen dari atmosfer. Tetapi kekurangan oksigen tidak mempengaruhi Matahari lantaran sebenarnya matahari tidak terbakar, dalam arti pembakaran di Bumi.
Baca Juga: Badai Matahari Timbulkan Panas yang Mendekati Suhu Neraka
Sebaliknya, Matahari memiliki reaksi fusi nuklir berkelanjutan. Sejumlah besar hidrogen dan helium pada suhu dan tekanan ekstrem bereaksi untuk menghasilkan cahaya dan panas. Dalam reaksi fusi, dua inti ringan bergabung untuk membentuk satu inti yang lebih berat.
Proses ini melepaskan energi karena massa total inti tunggal yang dihasilkan kurang dari massa kedua inti asli. Massa sisa menjadi energi. Energi ini bepergian sebagai radiasi ke Bumi, berinteraksi dengan atom di atmosfer bumi untuk menciptakan panas. Begitulah Matahari terbakar di wilayah ruang angkasa yang kekurangan oksigen.
(msf)
Lihat Juga :