Seperti Apa Bentuk Sidratul Muntaha? Pohon yang Disebut dalam Al Qur'an
Senin, 29 Januari 2024 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Disebutkan, Sidratul Muntaha adalah pohon tempat terakhirnya arwah para syuhada yang senantiasa mendapat karunia Allah. Pohon tersebut berada di atas langit ketujuh, di sebelah kanan ‘Arasy, dengan daun-daun seperti kuping-kuping gajah, buah-buahnya seperti kendi besar, dahan-dahannya berupa mutiara, yaqut, dan, zabarjad. (Tafsir Muqatil bin Sulaiman, juz IV/160).
Baca Juga: Sidratul Muntaha, Berada di Ujung Semesta Berdekatan dengan Surga
Beberapa literatur juga menjelaskan Sidratul Muntaha diciptakan Allah SWT untuk menandai akhir hidup makhluk -makhlukNya, daun-daun dari pohon tersebut bertuliskan nama makhluk ciptaan Allah. Jika ada daun yang jatuh menandakan perjalanan makhluk tersebut di dunia sudah selesai.
Setiap daun pohon ini ditempati malaikat yang selalu berzikir pada Allah sehingga Sidratul muntaha layak disebut puncak ketinggian yang diketahui makhluk. Itu pun hanya Rasulullah yang mengetahuinya. Malaikat Jibril pun tidak bisa memasukinya.
Setibanya di Sidratul Muntaha, salam yang terucap dari lisan Rasulullah SAW adalah, “At-tahayiyyatul mubarakatus shalawatu lillah."
Dijawab oleh Allah, “Assalamu alaika ayyuhan-nabiyy warahmatullahi wabarakatuh.” Dijawab lagi oleh Rasulullah saw, “Assalamu ‘alaina wa ‘ala ibadillahis shalihin.” Bacaan inilah yang hingga sekarang menjadi bacaan tahiyat salat. Demikian gambaran seperti apa bentuk sidratul muntaha? pohon yang disebut dalam Al Qur'an.
Baca Juga: Sidratul Muntaha, Berada di Ujung Semesta Berdekatan dengan Surga
Beberapa literatur juga menjelaskan Sidratul Muntaha diciptakan Allah SWT untuk menandai akhir hidup makhluk -makhlukNya, daun-daun dari pohon tersebut bertuliskan nama makhluk ciptaan Allah. Jika ada daun yang jatuh menandakan perjalanan makhluk tersebut di dunia sudah selesai.
Setiap daun pohon ini ditempati malaikat yang selalu berzikir pada Allah sehingga Sidratul muntaha layak disebut puncak ketinggian yang diketahui makhluk. Itu pun hanya Rasulullah yang mengetahuinya. Malaikat Jibril pun tidak bisa memasukinya.
Setibanya di Sidratul Muntaha, salam yang terucap dari lisan Rasulullah SAW adalah, “At-tahayiyyatul mubarakatus shalawatu lillah."
Dijawab oleh Allah, “Assalamu alaika ayyuhan-nabiyy warahmatullahi wabarakatuh.” Dijawab lagi oleh Rasulullah saw, “Assalamu ‘alaina wa ‘ala ibadillahis shalihin.” Bacaan inilah yang hingga sekarang menjadi bacaan tahiyat salat. Demikian gambaran seperti apa bentuk sidratul muntaha? pohon yang disebut dalam Al Qur'an.
(msf)
Lihat Juga :