Xiaomi Menggila: No 1 di India dan Eropa, No 4 di Indonesia dan Tiongkok
Rabu, 12 Agustus 2020 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
BACA JUGA:Mencari Entry Level Terbaik: Komparasi Redmi 9, Samsung A20s, Oppo A52, dan Vivo Y30
Selain itu, Xiaomi yang awalnya dikenal sebagai perusahaan yang fokus berjualan online saja, kini mengubah startegi dengan melibatkan channel online dan offline di pasar internasional. Per 30 Juni 2019, tercatat ada 520 authorized Mi Home di luar China, yang tumbuh 92,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di Indonesia, lewat nahkoda Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse, Xiaomi sudah berfokus untuk mengembangkan Mi Store dan Mi Authorized Store di seluruh Indonesia sejak akhir 2019. Jika Mi Store berada di dalam pusat perbelanjaan, maka Mi Authorized Store yang dioperasikan oleh perusahaan rekanan bisa menjangkau konsumen lebih luas karena lokasinya di berbagai daerah.
NAIK PERINGKAT FORTUNE 500
![Xiaomi Menggila: No 1 di India dan Eropa, No 4 di Indonesia dan Tiongkok]()
Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse saat merilis smartphone Poco F2 Pro di pasar Indonesia.
Karena langkah ekspansi global itu, pendapatan Xiaomi terus meningkat. Akibatnya, ranking mereka di daftar Fortune Global 500 untuk tahun 2020 mencapai peringkat ke-422 dari sebelumnya bertengger di peringkat 468.
Pendapatan mereka tercatat sebesar USD29,795 miliar dengan USD1,453 miliar atau naik 34,8 persen year-on-year.
BACA JUGA:Telkomsel Pastikan Jaringan di Sumatera Sudah 100% Normal
”Akibat pandemi, 2020 adalah tahun yang menantang. Tapi, kami berterima kasih terhadap Mi Fan dan pengguna di seluruh dunia yang setia menggunakan produk Xiaomi,” beber CEO Lei Jun.
Di Tiongkok, Xiaomi juga kembali masuk dalam daftar Fortune’s China 500 pada bulan Juli dengan peringkat ke-50, naik tiga peringkat dari sebelumnya nomor 53 tahun lalu. Perusahaan ini juga menempati urutan ke-24 dalam 50 perusahaan dunia yang paling inovatif berdasarkan Boston Consulting Group, ditambah lagi urutan 384 dalam daftar Forbes Global 2000 pada tahun 2020.
Selain itu, Xiaomi yang awalnya dikenal sebagai perusahaan yang fokus berjualan online saja, kini mengubah startegi dengan melibatkan channel online dan offline di pasar internasional. Per 30 Juni 2019, tercatat ada 520 authorized Mi Home di luar China, yang tumbuh 92,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di Indonesia, lewat nahkoda Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse, Xiaomi sudah berfokus untuk mengembangkan Mi Store dan Mi Authorized Store di seluruh Indonesia sejak akhir 2019. Jika Mi Store berada di dalam pusat perbelanjaan, maka Mi Authorized Store yang dioperasikan oleh perusahaan rekanan bisa menjangkau konsumen lebih luas karena lokasinya di berbagai daerah.
NAIK PERINGKAT FORTUNE 500

Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse saat merilis smartphone Poco F2 Pro di pasar Indonesia.
Karena langkah ekspansi global itu, pendapatan Xiaomi terus meningkat. Akibatnya, ranking mereka di daftar Fortune Global 500 untuk tahun 2020 mencapai peringkat ke-422 dari sebelumnya bertengger di peringkat 468.
Pendapatan mereka tercatat sebesar USD29,795 miliar dengan USD1,453 miliar atau naik 34,8 persen year-on-year.
BACA JUGA:Telkomsel Pastikan Jaringan di Sumatera Sudah 100% Normal
”Akibat pandemi, 2020 adalah tahun yang menantang. Tapi, kami berterima kasih terhadap Mi Fan dan pengguna di seluruh dunia yang setia menggunakan produk Xiaomi,” beber CEO Lei Jun.
Di Tiongkok, Xiaomi juga kembali masuk dalam daftar Fortune’s China 500 pada bulan Juli dengan peringkat ke-50, naik tiga peringkat dari sebelumnya nomor 53 tahun lalu. Perusahaan ini juga menempati urutan ke-24 dalam 50 perusahaan dunia yang paling inovatif berdasarkan Boston Consulting Group, ditambah lagi urutan 384 dalam daftar Forbes Global 2000 pada tahun 2020.
(dan)
Lihat Juga :