LG Presentasikan Visi 'Menciptakan Kembali Masa Depan' lewat Inovasi Berbasis AI di LG World Premiere

Kamis, 18 Januari 2024 - 20:20 WIB
loading...
LG Presentasikan Visi Menciptakan Kembali Masa Depan lewat Inovasi Berbasis AI di LG World Premiere
William Cho, CEO LG, saat membuka acara konferensi pers bertajuk LG World Premiere di Mandalay Bay Convention Center di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Senin 8 Januari 2024 yang lalu. (Foto doc LG)
A A A
JAKARTA - LG Electronics (LG) memperkenalkan visi baru dalam konferensi pers bertajuk 'LG World Premiere' yang digelar di Mandalay Bay Convention Center di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, pada Senin 8 Januari 2024 yang lalu. 'LG World Premiere' juga merupakan tema yang diusung dalam keikutsertaannya pada gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2024, yaitu 'Reinvent Your Future' (Menciptakan Kembali Masa Depan).

William Cho, CEO LG, saat membuka acara tersebut menyatakan kembali tujuan ambisius perusahaan yang disampaikan pertama kali pada tahun lalu, yaitu untuk bertransformasi menjadi perusahaan solusi bagi kehidupan cerdas. Hal ini dikatakan Cho sejalan dengan pemahaman mendalam tentang konsumen global dan ruang hidupnya yang diperoleh LG sepanjang hampir tujuh dekade.

Bermodalkan hal tersebut, dikatakan William Cho, LG kini bakal memperlebar bisnisnya. Tak hanya menjadi dukungan pengguna bagi aktivitasnya di rumah, namun merambah pada beragam ruang termasuk mobilitas, komersial dan virtual. Pada setiap ruang baru ini, perusahaan pun bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan berfokus pada lima elemen utama, yaitu Kepedulian (Care), Konektivitas (Connectivity), Kustomisasi (Customization), Pelayanan (Servitization) dan Keberlanjutan (Sustainability) atau 3C2S.

Mendefinisikan Ulang AI sebagai 'Kecerdasan Penuh Afeksi' (Affectionate Intelligence)
Dalam perjalanan inovasinya untuk meningkatkan pengalaman pengguna, LG telah mengidentifikasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) memiliki posisi penting sebagai salah satu faktor penentu. Namun menurutnya, daripada berfokus pada evolusi teknologi itu sendiri, LG lebih memilih berdedikasi untuk menunjukkan manfaat nyata implementasi AI dalam dunia nyata.

Dedikasi ini berangkat dari upaya perusahaan mendefinisikan ulang AI sebagai 'Kecerdasan Penuh Afeksi' (Affectionate Intelligence). Melalui definisi ini, perusahaan mengungkap keyakinannya bahwa AI dapat menumbuhkan pengalaman pengguna yang lebih peduli, berempati dan penuh perhatian.
LG Presentasikan Visi 'Menciptakan Kembali Masa Depan' lewat Inovasi Berbasis AI di LG World Premiere


Kecerdasan bagi Kehidupan Waktu Nyata
Sepanjang konferensi pers tersebut, CEO LG ini juga menyoroti karakteristik unik solusi AI LG. Hal ini dimulai dari kemampuannya untuk memanfaatkan kekayaan data, baik dalam skala maupun kualitasnya. Dikatakan William Cho, di antara 500 hingga 700 juta produk LG yang digunakan di seluruh dunia hingga saat ini, terdapat banyak yang telah dilengkapi sensor cerdas dengan dukungan AI.

"Dukungan ini dioptimalkan untuk mempelajari dan menganalisis pola kehidupan pengguna baik secara fisik maupun emosional," katanya.

Memanfaatkan data dari kehidupan nyata inilah yang menurutnya menjadi keuntungan tersendiri bagi LG bila dibandingkan dengan perusahaan yang mengandalkan data berbasis internet untuk pengembangan AI. Pasalnya, kumpulan data ini memberikan wawasan berharga mengenai interaksi pengguna dan perangkat, lingkungan pengguna, pola perilaku dan keadaan emosi.

Data multi aspek yang dikumpulkan dari perangkat yang saling terhubung ini, kata Cho, menyokong LG dalam mendapat gambaran lebih lengkap tentang kehidupan penggunanya di rumah. “Dengan bermodalkan hal inilah kemudian memungkinkan LG memberikan solusi gaya hidup lebih baik dan cerdas,” ujar William Cho.

Orkestrasi Kecerdasan dengan LG AI Brain
Dalam konferensi pers tersebut, CEO Cho kemudian menjabarkan peran integral yang dimainkan LG AI Brain, mesin pemrosesan canggih yang digerakkan Large Language Model (LLM) LG. Dengan memanfaatkan besarnya data pengguna, LG AI Brain memperkirakan kebutuhan pengguna tak hanya berdasarkan interaksi antara pengguna dan produk. Namun pula pembelajaran kontekstual, melakukan proses penalaran tingkat lanjut dan menghasilkan solusi optimal melalui pengaturan tindakan perangkat fisik.
Halaman :
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1811 seconds (0.1#10.140)