Columbia, Rodinia dan Pangaea, Asal Mula Superbenua Bumi
Selasa, 16 Januari 2024 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Benua-benua yang kita kenal hari ini tidak dapat dikenali saat Rodinia ada. Misalnya, Amerika masih bergabung sementara Asia dan Afrika pecah menjadi potongan-potongan. Rodinia masih ada saat hewan pertama berevolusi sekitar 800 juta tahun yang lalu.
Superbenua terbaru, Pangaea, terbentuk sekitar 320 juta tahun lalu dan terpisah sekitar 175 juta tahun lalu. Fisikawan dan meteorolog Alfred Wegener pertama kali mengusulkan keberadaan Pangaea dan konsep superbenua pada 1912 setelah memerhatikan bahwa garis pantai Afrika dan Amerika Selatan tampaknya cocok seperti potongan teka-teki raksasa.
Teorinya, benua bergerak yang disebut derap benua ditolak selama beberapa dekade oleh sebagian kalangan sampai ilmuwan mengonfirmasi beberapa idenyaselaras dengan teori modern tentang lempeng tektonik. Hal ini menjelaskan bahwa kerak Bumi terbagi menjadi lempeng yang bergerak di atas mantel.
Nama "Pangaea" berasal dari kata Yunani Kuno yang berarti "seluruh Bumi." Namun, Pangaea tidak pernah mencakup seluruh daratan Bumi. Misalnya, China utara dan selatan modern menjadi pulau-pulau independen yang terpisah di timur Pangaea sepanjang periode Karboniferus (359 hingga 299 juta tahun yang lalu).
Pangaea pecah ketika Samudra Atlantik Tengah terbentuk, dan Gondwana yang sekarang menjadi bagian dari Afrika, Amerika Selatan, India, dan sebagian besar Antartika dan Australia terpisah dari Laurasia (Eurasia dan Amerika Utara modern). Kedua massa daratan tersebut kemudian semakin terpisah dan akhirnya membentuk tujuh benua tempat tinggal manusia saat ini.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Balkanatolia, Benua Lama yang Hilang
Gondwana terbentuk sekitar 530 juta tahun lalu dan menjadi massa daratan terbesar di Bumi selama lebih dari 200 juta tahun, sebelum menjadi bagian dari Pangaea, tetapi masih diperdebatkan apakah itu merupakan superbenua. Gondwana membawa bersama sekitar 64% dari luas daratan saat ini, menurut studi 2013 yang diterbitkan dalam jurnal Gondwana Research.
3. Pangaea
Superbenua terbaru, Pangaea, terbentuk sekitar 320 juta tahun lalu dan terpisah sekitar 175 juta tahun lalu. Fisikawan dan meteorolog Alfred Wegener pertama kali mengusulkan keberadaan Pangaea dan konsep superbenua pada 1912 setelah memerhatikan bahwa garis pantai Afrika dan Amerika Selatan tampaknya cocok seperti potongan teka-teki raksasa.
Teorinya, benua bergerak yang disebut derap benua ditolak selama beberapa dekade oleh sebagian kalangan sampai ilmuwan mengonfirmasi beberapa idenyaselaras dengan teori modern tentang lempeng tektonik. Hal ini menjelaskan bahwa kerak Bumi terbagi menjadi lempeng yang bergerak di atas mantel.
Nama "Pangaea" berasal dari kata Yunani Kuno yang berarti "seluruh Bumi." Namun, Pangaea tidak pernah mencakup seluruh daratan Bumi. Misalnya, China utara dan selatan modern menjadi pulau-pulau independen yang terpisah di timur Pangaea sepanjang periode Karboniferus (359 hingga 299 juta tahun yang lalu).
Pangaea pecah ketika Samudra Atlantik Tengah terbentuk, dan Gondwana yang sekarang menjadi bagian dari Afrika, Amerika Selatan, India, dan sebagian besar Antartika dan Australia terpisah dari Laurasia (Eurasia dan Amerika Utara modern). Kedua massa daratan tersebut kemudian semakin terpisah dan akhirnya membentuk tujuh benua tempat tinggal manusia saat ini.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Balkanatolia, Benua Lama yang Hilang
4. Gondwana dan Pannotia
Gondwana terbentuk sekitar 530 juta tahun lalu dan menjadi massa daratan terbesar di Bumi selama lebih dari 200 juta tahun, sebelum menjadi bagian dari Pangaea, tetapi masih diperdebatkan apakah itu merupakan superbenua. Gondwana membawa bersama sekitar 64% dari luas daratan saat ini, menurut studi 2013 yang diterbitkan dalam jurnal Gondwana Research.
Lihat Juga :