Spesifikasi Pesawat Supersonik X-59 yang Senyap, Masa Depan Dunia Penerbangan
Senin, 15 Januari 2024 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
NASA menghadirkan X-59 untuk meyakinkan FAA dan otoritas penerbangan lainnya, menuliskan ulang peraturan mereka berdasarkan tingkat suara, bukan kecepatan pesawat. Dengan menurunkan desibel penerbangan supersonik, NASA berharap, akan meyakinkan pemerintah bahwa melebihi kecepatan suara dengan senyap seharusnya diizinkan. Hal ini tentu akan mengubah masa depan penerbangan sipil dan militer.
NASA tak main-main dengan proyek ini karena biaya program X-59, termasuk pengujian, selama delapan tahun sekitar USD632 juta. Kontrak awal untuk program ini, yang diberikan oleh NASA kepada Lockheed pada 2018, adalah sebesar USD247,5 juta. Saat itu, Lockheed berharap dapat mengirimkan pesawat pada 2022 dan dijadwalkan terbang perdana pada tahun 2024.
Pesawat supersonik X-59 dirancang untuk mencapai kecepatan Mach 1.4, sekitar 925 mph. Sementara jet penumpang besar biasanya melaju pada kecepatan antara Mach 0,78 hingga Mach 0,81, atau 575-600 mph.
Pesawat Concorde yang kini sudah pensiun misalnya, yang dioperasikan oleh Air France dan British Airways, menawarkan penerbangan penumpang supersonik dari tahun 1969 hingga 2003.
Pesawat ini mampu mencapai kecepatan Mach 2, atau sekitar 1.350 mph. Tetapi kecelakaan fatal Penerbangan 4590 Air France pada 25 Juli 2000, mahalnya ongkos operasional, masalah ketersediaan suku cadang, dan faktor-faktor lain seperti dampak perjalanan serangan teroris 11 September 2001, membuat Air France dan British Airways pensiun pada 2003.
Baca Juga: Sempat Dihentikan 2013, Pesawat Supersonik Bakal Terbang Lagi 2029
Setelah NASA membuktikan bahwa X-59 dapat terbang dengan cepat dan tenang, agensi antariksa AS berencana untuk melakukan uji penerbangan di beberapa area padat penduduk yang belum ditentukan dan kemudian mengumpulkan umpan balik dari warga setempat. Hasilnya kemudian akan disampaikan kepada FAA dan otoritas penerbangan internasional untuk membuktikan kesesuaian X-59.
X-59 bukan pesawat prototipe, tapi desain eksperimental yang dimaksudkan untuk membuktikan teknologi yang dapat diimplementasikan pada pesawat masa depan. Dengan panjang 99,7 kaki dan lebar 29,5 kaki, X-59 hampir sepertiga bagian hidung - probosis menonjol pesawat tersebut berfungsi untuk memecah gelombang kejut yang sebaliknya akan menyatu untuk menyebabkan ledakan sonik. Mesin pesawat ditempatkan di atas ekor sebagai teknik mitigasi suara lainnya.
NASA tak main-main dengan proyek ini karena biaya program X-59, termasuk pengujian, selama delapan tahun sekitar USD632 juta. Kontrak awal untuk program ini, yang diberikan oleh NASA kepada Lockheed pada 2018, adalah sebesar USD247,5 juta. Saat itu, Lockheed berharap dapat mengirimkan pesawat pada 2022 dan dijadwalkan terbang perdana pada tahun 2024.
Spesifikasi Pesawat Supersonik X-59
Pesawat supersonik X-59 dirancang untuk mencapai kecepatan Mach 1.4, sekitar 925 mph. Sementara jet penumpang besar biasanya melaju pada kecepatan antara Mach 0,78 hingga Mach 0,81, atau 575-600 mph.
Pesawat Concorde yang kini sudah pensiun misalnya, yang dioperasikan oleh Air France dan British Airways, menawarkan penerbangan penumpang supersonik dari tahun 1969 hingga 2003.
Pesawat ini mampu mencapai kecepatan Mach 2, atau sekitar 1.350 mph. Tetapi kecelakaan fatal Penerbangan 4590 Air France pada 25 Juli 2000, mahalnya ongkos operasional, masalah ketersediaan suku cadang, dan faktor-faktor lain seperti dampak perjalanan serangan teroris 11 September 2001, membuat Air France dan British Airways pensiun pada 2003.
Baca Juga: Sempat Dihentikan 2013, Pesawat Supersonik Bakal Terbang Lagi 2029
Setelah NASA membuktikan bahwa X-59 dapat terbang dengan cepat dan tenang, agensi antariksa AS berencana untuk melakukan uji penerbangan di beberapa area padat penduduk yang belum ditentukan dan kemudian mengumpulkan umpan balik dari warga setempat. Hasilnya kemudian akan disampaikan kepada FAA dan otoritas penerbangan internasional untuk membuktikan kesesuaian X-59.
X-59 bukan pesawat prototipe, tapi desain eksperimental yang dimaksudkan untuk membuktikan teknologi yang dapat diimplementasikan pada pesawat masa depan. Dengan panjang 99,7 kaki dan lebar 29,5 kaki, X-59 hampir sepertiga bagian hidung - probosis menonjol pesawat tersebut berfungsi untuk memecah gelombang kejut yang sebaliknya akan menyatu untuk menyebabkan ledakan sonik. Mesin pesawat ditempatkan di atas ekor sebagai teknik mitigasi suara lainnya.
Lihat Juga :