Mengapa Jerman Mengimbau Warganya Meninggalkan Lebanon?

Senin, 08 Januari 2024 - 07:19 WIB
loading...
Mengapa Jerman Mengimbau...
Pemakaman petinggi Hamas Saleh Al-Arouri yang dibunuh di Beirut pada 2 Januari 2024. (Foto: BBC)
A A A
JAKARTA - Terbunuhnya petinggi Hamas Saleh Al-Arouri di Beirut pada 2 Januari 2024 membuat situasi keamanan di wilayah tersebut tak kondusif. Hal ini menjawab pertanyaan mengapa Jerman mengimbau warganya meninggalkan Lebanon. Selain mengeluarkan travel warning, Jerman juga mendesak warganya segera meninggalkan Lebanon.

"Perluasan konflik tidak dapat dihindari, terutama mengingat pembunuhan wakil ketua biro politik Hamas, Saleh Al-Arouri, di wilayah Beirut pada 2 Januari 2024," demikian pernyataan di situs web Kementerian Luar Negeri Jerman dikutip dari Al Arabiya.

Peringatan ini berlaku khususnya untuk bagian selatan Lebanon hingga termasuk area perkotaan selatan Beirut. Selain Jerman, Kanada juga melakukan upaya serupa karena Hizbullah bersumpah akan melakukan pembalasan atas terbunuhnya Saleh Al-Arouri. Langkah yang sama juga dilakukan Amerika Serikat dan Swedia. Mereka mengingatkan warganya untuk segera meninggalkan Lebanon.

Dalam pidato di televisi Pimpinan Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah, menyatakan Amerika Serikat bertanggung jawab atas perang di Gaza dan bersumpah akan melakukan pembalasan atas pembunuhan petinggi Hamas di Beirut, Saleh al-Arouri.

Baca Juga: Profil Saleh Al-Arouri, Wakil Pemimpin Hamas yang Tewas Dibom Drone Israel

Dalam ancaman langsung kepada Israel terkait perluasan perang ke Lebanon, Nasrallah mengancam akan memberikan respons yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Jika musuh berpikir untuk memulai perang melawan Lebanon, maka pertempuran kita akan tanpa batas, tanpa batasan, tanpa aturan. Dan mereka tahu apa yang saya maksud," katanya.

"Kami tidak takut perang. Kami tidak merasa takut. Kami tidak ragu. Jika kami ragu, kami akan berhenti di garis depan."

Nasrallah menyampaikan pesannya sambil memperingati kematian komandan Pasukan Quds Iran, Qasem Soleimani, dan pemimpin milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, satu hari setelah serangan Israel yang diduga menewaskan Arouri di Dahieh, kubu kuat Hizbullah di Beirut. "Kejahatan besar ini tidak akan tinggal tanpa respons dan hukuman," katanya, tanpa menyebut waktu atau tanggal untuk pembalasan.

Baca Juga: Saleh Arouri, Sosok Penggerak Utama Keuangan Hamas yang Tewas Dibom Israel

Nasrallah memuji tindakan perlawanan di Irak, Suriah, Yaman, Tepi Barat, dan Gaza. Milisi yang didukung Iran di Irak telah menyerang pasukan AS di negara mereka dan Suriah lebih dari 100 kali sebagai respons terhadap perang Israel-Hamas. Sementara pasukan Houthi yang didukung Iran di Yaman telah menyerang pengiriman internasional di Laut Merah dan meluncurkan misil ke arah Israel.

Nasrallah khususnya memuji peran Houthi dalam konflik, menyebut tindakan mereka di Laut Merah sebagai langkah berani. Sementara itu, Hizbullah telah menyerang posisi Israel di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel sejak perang dimulai, termasuk beberapa serangan setelah kematian Arouri. Namun mereka menahan diri untuk tidak melancarkan serangan besar-besaran.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Usai, Krisis...
Perang Usai, Krisis Baru Dimulai: Raksasa Teknologi Microsoft hingga Intel Hadapi Gelombang Relokasi Pegawai Israel
Rakyat Jerman Dukung...
Rakyat Jerman Dukung Larang Penggunaan Sosmed untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Jerman Larang Penjualan...
Jerman Larang Penjualan Gas Tertawa kepada Anak-anak
Perang Dunia Ketiga...
Perang Dunia Ketiga Siap Meletus, Jerman Sediakan Bunker untuk Rakyatnya
Lebih Mematikan, Ahli...
Lebih Mematikan, Ahli Yakin Drone Gantikan Peran Militer di Medan Perang
Iran Melarang Pager...
Iran Melarang Pager dan Walkie-talkie Masuk ke Pesawat setelah Serangan Brutal di Lebanon
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Rekomendasi
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved