Satelit Cuaca AS Tangkap Penampakan Fenomena Langka Matahari

Senin, 08 Januari 2024 - 06:34 WIB
loading...
Satelit Cuaca AS Tangkap...
- Satelit GOES-East milik Amerika Serikat, yang mengorbit 22.300 mil di atas Bumi berhasil mengabadikan ledakan Matahari . FOTO/ DAILY
A A A
NEW YORK - Satelit GOES-East milik Amerika Serikat, yang mengorbit 22.300 mil di atas Bumi berhasil mengabadikan ledakan Matahari yang menakjubkan. Ia menangkap pemandangan jilatan api (solar flare) yang terjadi di permukaan Matahari.

BACA JUGA - China Nyalakan Matahari Buatan, Panasnya 10 Kali Matahari Sungguhan

Untuk diketahui, solar flare sendiri belakangan sedang meningkat seiring dengan kondisi Matahari yang sedang memasuki fase aktif. Solar flare terlihat begitu dahsyat, namun perlu diketahui bahwa situasi ini sebenarnya masih dalam tahapan normal.

Mirip dengan musim badai atau pola iklim di Bumi, Matahari juga mengalami siklus cuaca. Dan kebetulan saat ini Matahari sedang sangat aktif dan akan mencapai puncaknya alias solar maksimum sekitar Juli 2025 mendatang.

"Ini setara dengan musim badai di luar angkasa. Kita akan memasuki musim badai lainnya," Mark Miesch, seorang ilmuwan di Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional, dikutip Mashable, Minggu. (7/1/2024).

Dalam foto yang diabadikan, Matahari tidak hanya memancarkan jilatan api matahari. Ia juga mengeluarkan coronal mass ejections atau CME yang terjadi ketika matahari mengeluarkan sejumlah besar gas super panas.

Tapi jangan khawatir karena, atmosfer melindungi manusia dari hal-hal seperti sinar-X dan partikel energik yang dipancarkan Matahari. Selain itu medan magnet Bumi yang kuat juga dapat membelokkan banyak partikel dari badai Matahari.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Jejak Molekuler Aneh...
Jejak Molekuler Aneh Ungkap Petunjuk tentang Kehidupan di Luar Angkasa
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Gerhana Bulan Total...
Gerhana Bulan Total Hari Ini, Catat Waktunya!
Rekomendasi
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Berita Terkini
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Infografis
Badai Matahari Dahsyat...
Badai Matahari Dahsyat Picu Fenomena Aurora di Seluruh Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved