Media Sosial Raup Iklan USD11 Miliar dari Pengguna di Bawah 18 Tahun
Kamis, 04 Januari 2024 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
Tim juga menemukan bahwa pada tahun 2022, YouTube memiliki hampir 50 juta pengguna di bawah 18 tahun di AS, sementara TikTok memiliki sekitar 19 juta, Snapchat 18 juta, Instagram 16,7 juta, Facebook sekitar 10 juta, dan X 7 juta.
Hal ini menunjukkan bahwa platform-platform ini memiliki "insentif finansial yang luar biasa" karena terus menunda langkah-langkah yang berarti untuk mengatasi masalah tersebut. Terutama melindungi anak-anak dari bahaya penggunaan media sosial.
Para peneliti mengatakan bahwa meskipun raksasa media sosial ini mengklaim mampu mengatur sendiri praktik mereka dalam mengurangi dampak buruk terhadap generasi muda, mereka belum melakukan hal tersebut. Mereka telah mempublikasikan temuannya di jurnal PLoS ONE.
Baca juga; Wali Kota Depok Imbau Anak Buah Tak Pamer di Media Sosial
“Temuan kami bahwa platform media sosial menghasilkan pendapatan iklan yang besar dari generasi muda menyoroti perlunya transparansi data yang lebih besar serta intervensi kesehatan masyarakat dan peraturan pemerintah,” kata Amanda Raffoul, instruktur pediatri di Harvard Medical School dikutip SINDOnews dari laman telegraphindia, Kamis (4/1/2024).
Hal ini menunjukkan bahwa platform-platform ini memiliki "insentif finansial yang luar biasa" karena terus menunda langkah-langkah yang berarti untuk mengatasi masalah tersebut. Terutama melindungi anak-anak dari bahaya penggunaan media sosial.
Para peneliti mengatakan bahwa meskipun raksasa media sosial ini mengklaim mampu mengatur sendiri praktik mereka dalam mengurangi dampak buruk terhadap generasi muda, mereka belum melakukan hal tersebut. Mereka telah mempublikasikan temuannya di jurnal PLoS ONE.
Baca juga; Wali Kota Depok Imbau Anak Buah Tak Pamer di Media Sosial
“Temuan kami bahwa platform media sosial menghasilkan pendapatan iklan yang besar dari generasi muda menyoroti perlunya transparansi data yang lebih besar serta intervensi kesehatan masyarakat dan peraturan pemerintah,” kata Amanda Raffoul, instruktur pediatri di Harvard Medical School dikutip SINDOnews dari laman telegraphindia, Kamis (4/1/2024).
Lihat Juga :