Peneliti BRIN Sebut Hujan Terus Menerus di Jakarta dan Sekitarnya Pagi Ini Akan Berlanjut
Rabu, 03 Januari 2024 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Dr Erma Yulihastin menuliskan kondisi penundaan tersebut justru lebih parah dibandingkan pada 1997. Menurutnya, pada 1997 pengaruh El Nino membuat hujan tertunda dua hingga tiga dasarian. Sebaliknya kondisi yang terjadi belakangan ini musim hujan tertunda hingga lima dasarian. "Artinya pengaruh El Nino 2023 lebih parah," tulis Dr Erma Yulihastin.
Sebelumnya Dr Erma Yulihastin juga pernah menyebutkan pengaruh El Nino yang paling tinggi terjadi pada Desember 2023. Peneliti Ahli Utama Bidang Klimatologi, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) itu mengatakan pada Desember 2023 lalu sebagian besar Jawa mengalami deret hari kering tanpa hujan atau dry spells seiring memuncaknya El Nino .
Baca Juga: Begini Cara Memperlakukan Kendaraan Saat Musim Hujan
Dari situ terjadi kondisi cuaca yang kering di musim hujan. Hal itu menurutnya juga disebabkan oleh intrusi massa udara kering dari Samudra Hindia di selatan Jawa dan Australia yang sedang musim panas. "Dampak El Nino semakin terasa pada Desember-Januari karena pendinginan suhu muka laut hingga lapisan termoklin dekat Papua baru terbentuk pada Desember. Kontras dengan pemanasan suhu di Samudra Pasifik," tulisnya.
Kini musim hujan telah tiba, jadi kondisinya akan bertolak belakang dengan Desember 2023.
Sebelumnya Dr Erma Yulihastin juga pernah menyebutkan pengaruh El Nino yang paling tinggi terjadi pada Desember 2023. Peneliti Ahli Utama Bidang Klimatologi, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) itu mengatakan pada Desember 2023 lalu sebagian besar Jawa mengalami deret hari kering tanpa hujan atau dry spells seiring memuncaknya El Nino .
Baca Juga: Begini Cara Memperlakukan Kendaraan Saat Musim Hujan
Dari situ terjadi kondisi cuaca yang kering di musim hujan. Hal itu menurutnya juga disebabkan oleh intrusi massa udara kering dari Samudra Hindia di selatan Jawa dan Australia yang sedang musim panas. "Dampak El Nino semakin terasa pada Desember-Januari karena pendinginan suhu muka laut hingga lapisan termoklin dekat Papua baru terbentuk pada Desember. Kontras dengan pemanasan suhu di Samudra Pasifik," tulisnya.
Kini musim hujan telah tiba, jadi kondisinya akan bertolak belakang dengan Desember 2023.
(msf)
Lihat Juga :