Llama Punya Antibodi Ampuh untuk Melawan Virus Mematikan
Minggu, 17 Desember 2023 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Para ilmuwan telah melaporkan tentang pernapasan norovirus ini sebelumnya, tetapi penelitian baru ini membantu mengonfirmasi bahwa perubahan bentuk diperlukan untuk terjadinya infeksi. Dengan partikel virus yang tidak dapat pulih, penularan virus pun terhenti.
Baca juga; Gunakan Llama 2 Milik Meta, Anda bisa Bikin Program Komputer Sendiri Walau Bukan Programmer
Penelitian ini masih dalam tahap awal, dan belum diuji coba pada manusia, namun ini merupakan metode yang menjanjikan. Apalagi serangan virus menyebabkan ratusan juta penyakit setiap tahunnya serta lebih dari 200.000 kematian, terutama pada bayi dan orang tua.
Tim di balik penelitian ini berharap bahwa penelitian ini akan berguna dalam menangani jenis norovirus saat ini dan yang baru secara keseluruhan. Termasuk menginformasikan cara dinamika partikel virus dianalisis dalam pengembangan vaksin.
"Kami menemukan bahwa benda nano kecil ini dapat mengenali bagian dari norovirus yang memiliki kesamaan dengan semua norovirus yang kami uji. Artinya, untuk mencegah mereka menginfeksi sel manusia," kata Salmen. Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Communications.
Baca juga; Gunakan Llama 2 Milik Meta, Anda bisa Bikin Program Komputer Sendiri Walau Bukan Programmer
Penelitian ini masih dalam tahap awal, dan belum diuji coba pada manusia, namun ini merupakan metode yang menjanjikan. Apalagi serangan virus menyebabkan ratusan juta penyakit setiap tahunnya serta lebih dari 200.000 kematian, terutama pada bayi dan orang tua.
Tim di balik penelitian ini berharap bahwa penelitian ini akan berguna dalam menangani jenis norovirus saat ini dan yang baru secara keseluruhan. Termasuk menginformasikan cara dinamika partikel virus dianalisis dalam pengembangan vaksin.
"Kami menemukan bahwa benda nano kecil ini dapat mengenali bagian dari norovirus yang memiliki kesamaan dengan semua norovirus yang kami uji. Artinya, untuk mencegah mereka menginfeksi sel manusia," kata Salmen. Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Communications.
(wib)
Lihat Juga :