Lokasi Terbaik Melihat Bintang Ternyata di Tempat Terdingin di Bumi
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 20:42 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Space.com memperkirakan dalam penelitian ini, bagian terendah dari atmosfer lebih tipis di Dome A daripada di Dome C. Karena perbedaan ini, para peneliti menghitung bahwa Dome A memiliki penglihatan malam hari mulai dari 0,31 hingga serendah 0,13 arcseconds, yang sangat rendah.
Para peneliti menemukan bahwa pengukuran yang diambil dari Kubah A, yang diambil pada ketinggian 26 kaki (8 meter), jauh lebih baik daripada pengukuran dari Kubah C, yang dilakukan pada 26 kaki (8 meter) dan bahkan lebih tinggi di 66 kaki (20 meter).
Sekarang, dengan suhu yang sangat dingin, embun beku adalah masalah yang muncul pada para astronom yang ingin memasang teleskop di lokasi tersebut. Namun, terlepas dari kesulitan teknis yang muncul ketika mencoba melakukan pengamatan di lokasi yang jauh dan dingin ini, tim peneliti ini berpikir bahwa Dome A dapat meminjamkan dirinya ke beberapa pengamatan langit yang cukup spektakuler. (Baca juga: Jasa Marga Kembali Lakukan Rekonstruksi Rigid Pavement Tol Jakarta-Cikampek )
Para peneliti dapat memiliki teleskop di Antartika sepenuhnya secara otomatis selama tujuh bulan. Mereka percaya bahwa instrumen lain dapat menahan suhu Antartika, yang dikatakan turun serendah -90°C (-130°F) hingga -98°C (144°F). Karya ini sendiri telah diterbitkan 29 Juli di jurnal Nature.
Para peneliti menemukan bahwa pengukuran yang diambil dari Kubah A, yang diambil pada ketinggian 26 kaki (8 meter), jauh lebih baik daripada pengukuran dari Kubah C, yang dilakukan pada 26 kaki (8 meter) dan bahkan lebih tinggi di 66 kaki (20 meter).
Sekarang, dengan suhu yang sangat dingin, embun beku adalah masalah yang muncul pada para astronom yang ingin memasang teleskop di lokasi tersebut. Namun, terlepas dari kesulitan teknis yang muncul ketika mencoba melakukan pengamatan di lokasi yang jauh dan dingin ini, tim peneliti ini berpikir bahwa Dome A dapat meminjamkan dirinya ke beberapa pengamatan langit yang cukup spektakuler. (Baca juga: Jasa Marga Kembali Lakukan Rekonstruksi Rigid Pavement Tol Jakarta-Cikampek )
Para peneliti dapat memiliki teleskop di Antartika sepenuhnya secara otomatis selama tujuh bulan. Mereka percaya bahwa instrumen lain dapat menahan suhu Antartika, yang dikatakan turun serendah -90°C (-130°F) hingga -98°C (144°F). Karya ini sendiri telah diterbitkan 29 Juli di jurnal Nature.
(iqb)
Lihat Juga :