200 Ilmuwan Beberkan Bukti Ilmiah Waktu Terjadinya Kiamat
Rabu, 06 Desember 2023 - 17:40 WIB
loading...
200 ilmuwan prediksi kiamat akan terjadi 10 tahun lagi akibat perubahan iklim. FOTO/ IFL SCIENCE
A
A
A
LONDON - 200 Ilmuwan beberkan bukti ilmiah bahwa Bumi berada di ambang titik kritis dan diprediksi akan memicu Kiamat dalam 10 tahun ke depan.
BACA JUGA - Begini Gambaran Dekatnya Hari Kiamat
Seperti dilansir dari Wion News, Rabu (6/12/2023), menurut laporan yang dikumpulkan dari 200 ilmuwan, pemanasan global telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berpotensi menghapuskan kehidupan umat manusia.
Laporan bertajuk ‘Global Tipping Points’ yang diterbitkan oleh International Geosphere-Biosphere Programme (IGBP) pada tahun 2023 menyatakan bahwa lima ambang batas alam yang penting sudah berisiko terlampaui, ambang batas pada tahun 2030an karena suhu dunia mencapai 1,5C (2,7F) .
“ Fenomena ini, memicu satu titik kritis dapat memicu titik kritis lainnya dalam bentuk efek domino yang berbahaya,” kata Tim Lenton, penulis utama laporan tersebut, seperti dilansir NewScientists.
“Sistem Bumi pada gilirannya dapat memicu titik-titik kritis yang merusak masyarakat, seperti krisis ketahanan pangan, pengungsian massal, dan konflik. Semua karena perubahan alam,” tegas Lenton.
BACA JUGA - Begini Gambaran Dekatnya Hari Kiamat
Seperti dilansir dari Wion News, Rabu (6/12/2023), menurut laporan yang dikumpulkan dari 200 ilmuwan, pemanasan global telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berpotensi menghapuskan kehidupan umat manusia.
Laporan bertajuk ‘Global Tipping Points’ yang diterbitkan oleh International Geosphere-Biosphere Programme (IGBP) pada tahun 2023 menyatakan bahwa lima ambang batas alam yang penting sudah berisiko terlampaui, ambang batas pada tahun 2030an karena suhu dunia mencapai 1,5C (2,7F) .
“ Fenomena ini, memicu satu titik kritis dapat memicu titik kritis lainnya dalam bentuk efek domino yang berbahaya,” kata Tim Lenton, penulis utama laporan tersebut, seperti dilansir NewScientists.
“Sistem Bumi pada gilirannya dapat memicu titik-titik kritis yang merusak masyarakat, seperti krisis ketahanan pangan, pengungsian massal, dan konflik. Semua karena perubahan alam,” tegas Lenton.
Lihat Juga :