Capres Ganjar Pranowo Ingin Terapkan Hilirisasi Digital di Indonesia

Senin, 27 November 2023 - 15:09 WIB
loading...
Capres Ganjar Pranowo...
Ganjar menjelaskan proses hilirisasi digital dapat dimulai dengan menyediakan akses internet yang merata dan terjangkau. (Foto: MNC)
A A A
JAKARTA - Calon Presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, menghadiri Indonesia Millennial and Gen Z Summit 2023 yang diselenggarakan oleh IDN Media di Senayan Park, Jakarta, pada Jumat (24/11/2023).

Ganjar berperan sebagai narasumber dalam sesi yang berjudul "Indonesia's Electoral Epoch: Unveiling the Dynamics of the Pivotal 2024 Election."

Pada kesempatan tersebut, Ganjar membahas mengenai perlunya Indonesia melakukan hilirisasi digital. Berdasarkan data yang tersedia, Ganjar mengungkapkan bahwa waktu yang dihabiskan warga Indonesia di layar perangkat pada tahun 2022 menduduki peringkat pertama di dunia, yakni sekitar 5,7 jam per hari. "Kita perlu mendorong generasi inovator," kata Ganjar.

Ganjar menjelaskan bahwa proses hilirisasi digital dapat dimulai dengan menyediakan akses internet yang merata dan terjangkau, serta dengan mendorong produksi handphone dan laptop merek lokal. "Ini merupakan potensi lapangan kerja yang dapat berkembang melalui hilirisasi digital," katanya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dorong UMKM Jateng Kebut Digital Marketing

Konsep Hilirisasi Industri Digital untuk Majukan Industri Kreatif


Sebelumnya, memang konsep hilirisasi industri digital memang sudah pernah dibahas oleh Ganjar Pranowo. Dalam pertemuannya dengan berbagai artis dan seniman pada Agustus 2023 lalu, Ganjar mengusulkan konsep hilirisasi industri digital sebagai langkah untuk memajukan sektor kreatif di Indonesia.

Dalam konsep tersebut, Ganjar menguraikan bahwa pelaku industri kreatif memiliki peran penting dalam kemajuan sektor ini, menjadikan mereka subjek utama yang perlu diperhatikan. "Berkaitan dengan hilirisasi industri digital, di dalamnya mencakup ekonomi kreatif, dan para seniman juga berada dalam ranah tersebut. Hal ini tentu penting untuk kita atur dengan baik," ujar Ganjar.

Ganjar menjelaskan bahwa dalam proses hilirisasi digital, peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk melakukan pendataan menyeluruh di dunia maya. Ini mencakup data musisi dan lagu sebagai dasar dalam urusan royalti.

Berdasarkan keputusan LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional), Ganjar menyampaikan bahwa tarif royalti untuk musisi mencakup 2 persen dari hasil penjualan tiket + 1 persen dari tiket yang digratiskan (complementary ticket).

Ganjar menegaskan bahwa aturan tersebut harus ditegakkan oleh penyelenggara konser. Oleh karena itu, hilirisasi industri digital menjadi penting agar aturan tersebut semakin diterapkan secara kuat oleh para seniman dan musisi.

Baca Juga: Ciptakan Ide Kreatif, Ganjar Dorong Penguatan Literasi Digital

"Rasanya jika itu terlaksana, industri kreatif khususnya bagi seniman dan musisi akan berkembang karena banyak seniman hebat kita yang sukses besar namun tidak bisa mendapatkan pendapatan yang pantas atau memadai," kata Ganjar.

Ganjar berharap hilirisasi industri digital ini dapat mendukung aspirasi banyak pelaku industri kreatif di Indonesia. Selain itu, ia berharap aturan-aturan yang sudah ada tetap ditegakkan. "Aturannya sudah ada sebenarnya, jadi tidak perlu regulasi baru, tetapi perlu disosialisasikan dan dilaksanakan. Semoga ini menjadi komitmen untuk dapat melaksanakannya," kata Ganjar.

Anang Hermansyah, anggota relawan ExtravaGanjar, menganggap bahwa apa yang disampaikan oleh calon presiden dengan rambut putih tersebut sangat sesuai dengan aspirasi para pelaku industri kreatif di Indonesia.

Oleh karena itu, Anang menekankan pentingnya memiliki pemimpin yang kuat untuk memajukan industri ini. "Diperlukan seseorang yang kuat untuk memimpin semuanya dengan baik. Dan itu disampaikan dengan sangat jelas dan tepat. Memang beliau sangat menguasai industri kreatif dan arah yang harus diambil untuk masa depannya," ujar Anang.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
DAMAC Digital Siap Jadikan...
DAMAC Digital Siap Jadikan Indonesia Kekuatan Digital Baru Asia
Inggris Akan Memperkenalkan...
Inggris Akan Memperkenalkan Kartu Identitas Digital
Jepang Usulkan Penggunaan...
Jepang Usulkan Penggunaan Buku Teks Digital mulai Tahun 2030
China Bertekat Memperkuat...
China Bertekat Memperkuat Literasi Digital dan AI
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved