Kumpulan Bintik Matahari Berukuran 15 Kali Bumi Siap Lepaskan Badai Besar
Kamis, 23 November 2023 - 19:13 WIB
loading...
Sekumpulan bintik matahari besar yang terdiri dari setidaknya enam kelompok berbeda muncul di dekat matahari. Foto/Space/NASA
A
A
A
FLORIDA - Sekumpulan bintik matahari besar yang terdiri dari setidaknya enam kelompok berbeda muncul di dekat matahari. Kemunculan bintik matahari akan melepaskan letusan badai luar angkasa yang menarik ke arah Bumi pada pekan depan.
Spaceweather.com melaporkan, kelompok bintik matahari pertama, bernama AR3490, berotasi ke sisi dekat matahari pada 18 November 2023 melewati bahu timur laut bintang tersebut. Bercak gelap tersebut dengan cepat diikuti oleh kelompok bintik matahari lainnya, AR3491, yang mengikuti jejaknya.
Sejak kemunculannya, kelompok bintik matahari telah terpecah dan melahirkan bercak gelap baru, termasuk AR3492, AR3495, AR3496 dan AR3497, menciptakan kepulauan bintik matahari. Menurut situs berita astronomi EarthSky, secara total, kumpulan besar bintik matahari terbentang sekitar 200.000 kilometer atau 15 kali lebih luas dari Bumi.
Baca juga; Bintik Matahari 4 Kali Ukuran Bumi Terlihat dengan Mata Telanjang
Bintik matahari telah mengeluarkan setidaknya 16 jilatan api matahari kelas C dan 3 jilatan api matahari kelas M. Para ahli memperingatkan mungkin ada lebih banyak lagi jilatan api dalam beberapa minggu ke depan, serta kemungkinan jilatan api kelas X, kategori yang paling kuat.
Para ilmuwan mengetahui kelompok bintik matahari sedang menuju ke sana setelah melacak gempa helioseismik atau riak di permukaan matahari. “Wilayah bintik matahari begitu besar sehingga mempengaruhi cara seluruh matahari bergetar,” tulis Spaceweather.com dikutip SINDOnews dari laman Space, Kamis (23/11/2023).
![Kumpulan Bintik Matahari Berukuran 15 Kali Bumi Siap Lepaskan Badai Besar]()
Kobaran api yang akan terjadi juga dapat menyebabkan lontaran massa koronal (CME) atau gumpalan besar partikel matahari bermuatani dan memicu badai geomagnetik yang kuat. Ketika menghantam permukaan Bumi, dapat menyebabkan pemadaman radio dan memicu tampilan aurora yang semarak.
Spaceweather.com melaporkan, kelompok bintik matahari pertama, bernama AR3490, berotasi ke sisi dekat matahari pada 18 November 2023 melewati bahu timur laut bintang tersebut. Bercak gelap tersebut dengan cepat diikuti oleh kelompok bintik matahari lainnya, AR3491, yang mengikuti jejaknya.
Sejak kemunculannya, kelompok bintik matahari telah terpecah dan melahirkan bercak gelap baru, termasuk AR3492, AR3495, AR3496 dan AR3497, menciptakan kepulauan bintik matahari. Menurut situs berita astronomi EarthSky, secara total, kumpulan besar bintik matahari terbentang sekitar 200.000 kilometer atau 15 kali lebih luas dari Bumi.
Baca juga; Bintik Matahari 4 Kali Ukuran Bumi Terlihat dengan Mata Telanjang
Bintik matahari telah mengeluarkan setidaknya 16 jilatan api matahari kelas C dan 3 jilatan api matahari kelas M. Para ahli memperingatkan mungkin ada lebih banyak lagi jilatan api dalam beberapa minggu ke depan, serta kemungkinan jilatan api kelas X, kategori yang paling kuat.
Para ilmuwan mengetahui kelompok bintik matahari sedang menuju ke sana setelah melacak gempa helioseismik atau riak di permukaan matahari. “Wilayah bintik matahari begitu besar sehingga mempengaruhi cara seluruh matahari bergetar,” tulis Spaceweather.com dikutip SINDOnews dari laman Space, Kamis (23/11/2023).

Kobaran api yang akan terjadi juga dapat menyebabkan lontaran massa koronal (CME) atau gumpalan besar partikel matahari bermuatani dan memicu badai geomagnetik yang kuat. Ketika menghantam permukaan Bumi, dapat menyebabkan pemadaman radio dan memicu tampilan aurora yang semarak.
Lihat Juga :