Arkeolog Temukan Piramida di Asia, Berusia Lebih dari 3.000 Tahun
Jum'at, 10 November 2023 - 16:00 WIB
loading...
Piramida Karazhartas ditemukan di sepanjang Sungai Taldy di wilayah Karaganda di Kazakhstan Tengah. (Foto: News Week)
A
A
A
JAKARTA - Para arkeolog menemukan struktur piramida di Asia Tengah yang diperkirakan berusia lebih dari 3.000 tahun. Monumen ini dikenal dengan sebutan piramida Karazhartas.
Piramida ini ditemukan selama penggalian di sepanjang Sungai Taldy di wilayah Karaganda di Kazakhstan Tengah dalam Ekspedisi Arkeologi Sary Arka Universitas Karaganda. Diduga piramida ini dibangun oleh masyarakat Begazy-Dandibay, yang muncul di Kazakhstan Tengah selama Zaman Perunggu Akhir. Budaya ini terdiri dari komunitas semi-sedentaris yang terutama berbasis pada metalurgi dan peternakan.
Komunitas-komunitas ini mencapai tingkat kemakmuran ekonomi yang relatif tinggi berkat perdagangan logam ke berbagai bagian Eurasia. Keuntungan tinggi dari ekspor logam menciptakan kelas aristokrat baru di antara komunitas-komunitas Begazy-Dandibay.
“Piramida Karazhartas dibangun untuk makam seorang wakil dari kelas aristokrat ini,” kata sejarawan Serhan Cinar dan arkeolog Aybar Kasenali, koordinator penggalian bersama Museum Nasional Kazakhstan kepada Newsweek, Jumat (10/11/2023).
Baca Juga: Ilmuwan Ungkap Kekuatan Besar yang Membangun Piramida Giza
Piramida ini ditemukan selama penggalian di sepanjang Sungai Taldy di wilayah Karaganda di Kazakhstan Tengah dalam Ekspedisi Arkeologi Sary Arka Universitas Karaganda. Diduga piramida ini dibangun oleh masyarakat Begazy-Dandibay, yang muncul di Kazakhstan Tengah selama Zaman Perunggu Akhir. Budaya ini terdiri dari komunitas semi-sedentaris yang terutama berbasis pada metalurgi dan peternakan.
Komunitas-komunitas ini mencapai tingkat kemakmuran ekonomi yang relatif tinggi berkat perdagangan logam ke berbagai bagian Eurasia. Keuntungan tinggi dari ekspor logam menciptakan kelas aristokrat baru di antara komunitas-komunitas Begazy-Dandibay.
“Piramida Karazhartas dibangun untuk makam seorang wakil dari kelas aristokrat ini,” kata sejarawan Serhan Cinar dan arkeolog Aybar Kasenali, koordinator penggalian bersama Museum Nasional Kazakhstan kepada Newsweek, Jumat (10/11/2023).
Baca Juga: Ilmuwan Ungkap Kekuatan Besar yang Membangun Piramida Giza
Lihat Juga :