Dari Lahir, Burung Merpati Punya Kemampuan Setara AI
Jum'at, 03 November 2023 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
Edward Wasserman, asisten penulis studi dan profesor psikologi eksperimental di Universitas Iowa melihat perilaku merpati menunjukkan bahwa alam mungkin telah mengembangkan algoritma yang efektif dalam menguasai tugas-tugas yang menantang. Dia mencatat, meskipun mungkin tidak menjadi yang tercepat, tetapi konsisten efektif.
Pada layar digital, merpati mengamati elemen-elemen visual yang beragam, termasuk garis-garis dengan ketebalan yang berbeda, penataan, dan desain, serta lingkaran yang terpisah dan bertumpuk. Burung-burung tersebut kemudian dapat mengetuk tombol di salah satu sisi untuk mengategorikan visual tersebut. Pilihan yang benar memberi mereka pellet makanan, sementara respon yang salah tidak mendapatkan hadiah.
Brandon Turner, penulis utama studi dan profesor psikologi di Universitas Ohio mengatakan bahwa merpati tidak beroperasi berdasarkan aturan tertentu. Dia menjelaskan bahwa mereka belajar melalui percobaan dan kesalahan. Dalam catatannya, ketika burung-burung itu diperlihatkan dengan visual tertentu yang dilabeli sebagai "kategori A", mereka akan mengklasifikasikan apa pun yang menyerupainya di bawah kategori yang sama, menunjukkan keahlian mereka dalam mengenali kesamaan.
Selama uji coba, merpati meningkatkan akurasi pengambilan keputusan mereka, naik dari 55 persen menjadi 95 persen untuk tugas-tugas dasar. Namun, ketika dihadapkan pada tugas-tugas yang rumit, presisi mereka naik dari 55 persen menjadi 68 persen.
Baca Juga: Rahasia Burung Merpati di Tanah Suci, Tidak Boleh Diburu!
Pada layar digital, merpati mengamati elemen-elemen visual yang beragam, termasuk garis-garis dengan ketebalan yang berbeda, penataan, dan desain, serta lingkaran yang terpisah dan bertumpuk. Burung-burung tersebut kemudian dapat mengetuk tombol di salah satu sisi untuk mengategorikan visual tersebut. Pilihan yang benar memberi mereka pellet makanan, sementara respon yang salah tidak mendapatkan hadiah.
Brandon Turner, penulis utama studi dan profesor psikologi di Universitas Ohio mengatakan bahwa merpati tidak beroperasi berdasarkan aturan tertentu. Dia menjelaskan bahwa mereka belajar melalui percobaan dan kesalahan. Dalam catatannya, ketika burung-burung itu diperlihatkan dengan visual tertentu yang dilabeli sebagai "kategori A", mereka akan mengklasifikasikan apa pun yang menyerupainya di bawah kategori yang sama, menunjukkan keahlian mereka dalam mengenali kesamaan.
Selama uji coba, merpati meningkatkan akurasi pengambilan keputusan mereka, naik dari 55 persen menjadi 95 persen untuk tugas-tugas dasar. Namun, ketika dihadapkan pada tugas-tugas yang rumit, presisi mereka naik dari 55 persen menjadi 68 persen.
Baca Juga: Rahasia Burung Merpati di Tanah Suci, Tidak Boleh Diburu!
Lihat Juga :