Mengenal Manta, Perahu Pemakan Sampah Plastik di Lautan
Jum'at, 03 November 2023 - 10:37 WIB
loading...
Manta merupakan perahu pemakan plastik dari organisasi depolusi laut The Sea Cleaners. (Foto: TCD)
A
A
A
JAKARTA - Sebuah solusi yang cerdik mengurangi sampah plastik di lautan dicetuskan oleh konten kreator Sam Bentley. Ia mengenalkan Manta, perahu pemakan sampah.
Dalam videonya yang dikutip dari TCD, Jumat (3/11/2023), Bentley menjelaskan cara kerja Manta, perahu pemakan plastik dari organisasi depolusi laut The Sea Cleaners. Manta diklaim mampu beroperasi hingga 20 jam sehari berkat perpaduan tenaga surya dan angin. Sampah yang berhasil dikumpulkan dikonversi menjadi bahan bakar Manta.
Alat yang disematkan di bodi Manta tersebut dapat menghilangkan sekitar tiga ton limbah dari air setiap jamnya. Sampah kemudian dibawa ke ban berjalan untuk dipilah ke dalam berbagai kategori bahan, termasuk plastik, kaca, dan aluminium yang dapat didaur ulang kembali di darat.
Baca Juga: Film Pulau Plastik Soroti Banyaknya Sampah Plastik di Indonesia
Manta disebut sebagai contoh penggunaan teknologi terhadap masalah polusi plastik yang menyebabkan kebocoran bahan kimia beracun ke dalam pasokan air dan menyebabkan penumpukan mikroplastik yang dapat tertelan oleh makhluk laut dan membahayakan habitat laut.
Dalam videonya yang dikutip dari TCD, Jumat (3/11/2023), Bentley menjelaskan cara kerja Manta, perahu pemakan plastik dari organisasi depolusi laut The Sea Cleaners. Manta diklaim mampu beroperasi hingga 20 jam sehari berkat perpaduan tenaga surya dan angin. Sampah yang berhasil dikumpulkan dikonversi menjadi bahan bakar Manta.
Alat yang disematkan di bodi Manta tersebut dapat menghilangkan sekitar tiga ton limbah dari air setiap jamnya. Sampah kemudian dibawa ke ban berjalan untuk dipilah ke dalam berbagai kategori bahan, termasuk plastik, kaca, dan aluminium yang dapat didaur ulang kembali di darat.
Baca Juga: Film Pulau Plastik Soroti Banyaknya Sampah Plastik di Indonesia
Manta disebut sebagai contoh penggunaan teknologi terhadap masalah polusi plastik yang menyebabkan kebocoran bahan kimia beracun ke dalam pasokan air dan menyebabkan penumpukan mikroplastik yang dapat tertelan oleh makhluk laut dan membahayakan habitat laut.
Lihat Juga :