Keren! Siswa SMK Ciptakan Aplikasi Pemantau Mangrove Jarak Jauh
Sabtu, 07 Oktober 2023 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Aplikasi ini mampu membaca segala hal mengenai kondisi tanaman mangrove dan sekitarnya berbasis sensor yang diletakkan di sekitar tanaman mangrove, mulai dari kelembapan tanah, kelembapan udara, cahaya, progres penanamannya dari pembibitan, perawatan, penanaman, hingga lokasi mangrove ditanam.
"Alat IoT akan memunculkan sebuah data - data seperti suhu, temperatur, PH air, kelembapan dan lain sebagainya. Untuk nantinya masyarakat atau pengguna kita bisa melihat data - data tersebut dan memonitoring pertumbuhan mangrove mereka," tutur Fikri.
Di aplikasi ini masyarakat bisa berdonasi untuk program pelestarian lingkungan mangrove, yang dikembangkan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun pegiat lingkungan pesisir lainnya. Kemudian juga nantinya pengguna aplikasi mendapat sertifikat resmi sebagai bukti bahwa mereka telah menanam mangrove.
"Kemudian di aplikasi kita juga akan disertakan dokumen penanaman, dan sebagainya. Kemudian nanti ada rangking, reward poin. Nanti pengguna dapat berkompetisi dengan pengguna lainnya untuk menanam atau melestarikan mangrove," katanya.
Baca Juga: Pembibitan Mangrove Untungkan Masyarakat Secara Ekonomi
Saat ini aplikasi tengah dikembangkan dari prototipe menjadi lebih nyata untuk sistem konservasi mangrove . Pihaknya berupaya bekerjasama dengan Clungup Mangrove Conversation (CMC) yang ada di kawasan konservasi Cagar Pulau Sempu.
"Kita masih masih bekerjasama dengan CLC Mangrove Conservation di wilayah Malang untuk menerapkan aplikasi kita. Masih dalam proses penerapan memang, tugas kita untuk memastikan bahwa alat yang kita buat berjalan. Jadi memang dalam proses pengembangan," paparnya.
"Alat IoT akan memunculkan sebuah data - data seperti suhu, temperatur, PH air, kelembapan dan lain sebagainya. Untuk nantinya masyarakat atau pengguna kita bisa melihat data - data tersebut dan memonitoring pertumbuhan mangrove mereka," tutur Fikri.
Di aplikasi ini masyarakat bisa berdonasi untuk program pelestarian lingkungan mangrove, yang dikembangkan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun pegiat lingkungan pesisir lainnya. Kemudian juga nantinya pengguna aplikasi mendapat sertifikat resmi sebagai bukti bahwa mereka telah menanam mangrove.
"Kemudian di aplikasi kita juga akan disertakan dokumen penanaman, dan sebagainya. Kemudian nanti ada rangking, reward poin. Nanti pengguna dapat berkompetisi dengan pengguna lainnya untuk menanam atau melestarikan mangrove," katanya.
Baca Juga: Pembibitan Mangrove Untungkan Masyarakat Secara Ekonomi
Saat ini aplikasi tengah dikembangkan dari prototipe menjadi lebih nyata untuk sistem konservasi mangrove . Pihaknya berupaya bekerjasama dengan Clungup Mangrove Conversation (CMC) yang ada di kawasan konservasi Cagar Pulau Sempu.
"Kita masih masih bekerjasama dengan CLC Mangrove Conservation di wilayah Malang untuk menerapkan aplikasi kita. Masih dalam proses penerapan memang, tugas kita untuk memastikan bahwa alat yang kita buat berjalan. Jadi memang dalam proses pengembangan," paparnya.
Lihat Juga :