The Killer Clown, Ulat Brasil yang Menawan tapi Mematikan
Rabu, 04 Oktober 2023 - 21:27 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu karakteristik paling menakutkan dari Lonomia Obliqua yaitu kemampuannya menghasilkan racun mematikan. Mereka memiliki bulu-bulu halus mengandung racun yang dapat menyebabkan gejala yang parah pada manusia jika terkena. Racun ini digunakan sebagai bentuk pertahanan dari predator.
Bahaya bagi Manusia
Lonomia Obliqua dianggap sebagai salah satu serangga paling berbahaya di dunia, terutama karena racunnya yang sangat mematikan. Ketika seseorang tersentuh oleh bulu-bulu halusnya, racun akan masuk ke dalam tubuh dan mulai bereaksi. Efek pertama yang dialami berupa rasa sakit luar biasa dan pembengkakan di area yang terkena. Gejala lain termasuk muntah, diare, dan masalah pernapasan.
Hal paling mengkhawatirkan, racun ini dapat menyebabkan gangguan koagulasi darah ketika darah dapat menjadi sangat encer sehingga pendarahan berlebihan terjadi. Jika tidak ditangani dengan cepat, ini dapat berakibat fatal. Kasus-kasus mematikan pernah tercatat, terutama di daerah-daerah di mana serangga ini berlimpah.
Meskipun hanya sekitar 2% sengatan dari satu Lonomia yang berakibat fatal, hal yang sama juga berlaku pada gigitan ular derik, dan Lonomia menanganinya dengan dosis bisa kurang dari 0,001%. Racunnya mungkin termasuk yang paling kuat di dunia hewan, dan sengatan dari beberapa cacing sekaligus sudah cukup untuk menyebabkan pendarahan internal yang masif, gagal ginjal, dan pecahnya sel darah (hemolisis), dan kebetulan mereka suka bepergian berkelompok.
Baca Juga: Ilmuwan Jepang Ciptakan Teh dari Kotoran Ulat Bulu
Bahaya bagi Manusia
Lonomia Obliqua dianggap sebagai salah satu serangga paling berbahaya di dunia, terutama karena racunnya yang sangat mematikan. Ketika seseorang tersentuh oleh bulu-bulu halusnya, racun akan masuk ke dalam tubuh dan mulai bereaksi. Efek pertama yang dialami berupa rasa sakit luar biasa dan pembengkakan di area yang terkena. Gejala lain termasuk muntah, diare, dan masalah pernapasan.
Hal paling mengkhawatirkan, racun ini dapat menyebabkan gangguan koagulasi darah ketika darah dapat menjadi sangat encer sehingga pendarahan berlebihan terjadi. Jika tidak ditangani dengan cepat, ini dapat berakibat fatal. Kasus-kasus mematikan pernah tercatat, terutama di daerah-daerah di mana serangga ini berlimpah.
Meskipun hanya sekitar 2% sengatan dari satu Lonomia yang berakibat fatal, hal yang sama juga berlaku pada gigitan ular derik, dan Lonomia menanganinya dengan dosis bisa kurang dari 0,001%. Racunnya mungkin termasuk yang paling kuat di dunia hewan, dan sengatan dari beberapa cacing sekaligus sudah cukup untuk menyebabkan pendarahan internal yang masif, gagal ginjal, dan pecahnya sel darah (hemolisis), dan kebetulan mereka suka bepergian berkelompok.
Baca Juga: Ilmuwan Jepang Ciptakan Teh dari Kotoran Ulat Bulu
Lihat Juga :