Tim Ilmuwan Inggris Sebut Kotoran Hewan Lemur Bisa Sembuhkan Diabetes
Jum'at, 22 September 2023 - 20:32 WIB
loading...
Kotoran Hewan Lemur Diklaim Bisa Sembuhkan Diabetes. FOTO/ IFL SCIENCE
A
A
A
LONDON - Sebuah penelitian menemukan bahwa virus yang ditemukan dalam kotoran spesies hewan yang terancam punah dapat digunakan untuk mengobati bisul di kaki pasien diabetes.
BACA JUGA - Inovasi Terbaru Obat Diabetes, Bisa Digunakan Sekali Seminggu
Seperti dilansir dari Metro, Jumat (22/9/2023), sebuah tim ilmuwan Universitas Sheffield mengatakan virus, yang dikenal sebagai bakteriofag atau fag, dapat ditempelkan pada perban untuk mengobati luka kaki penderita diabetes.
Ada ribuan jenis fag berbeda yang dapat digunakan secara selektif untuk membunuh bakteri yang menginfeksi luka meskipun antibiotik tidak bekerja.
Pengobatan dengan menggunakan fag pertama kali ditemukan pada awal abad ke-20.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Graham Stafford menggunakan kotoran berbagai hewan termasuk babun Guinea, lemur, dan babi Visayan di Taman Margasatwa Yorkshire.
“Meski berbau, virus dalam kotoran hewan langka dapat membunuh bakteri yang resisten terhadap obat antibiotik,” kata Stafford selaku ketua mikrobiologi molekuler universitas tersebut.
BACA JUGA - Inovasi Terbaru Obat Diabetes, Bisa Digunakan Sekali Seminggu
Seperti dilansir dari Metro, Jumat (22/9/2023), sebuah tim ilmuwan Universitas Sheffield mengatakan virus, yang dikenal sebagai bakteriofag atau fag, dapat ditempelkan pada perban untuk mengobati luka kaki penderita diabetes.
Ada ribuan jenis fag berbeda yang dapat digunakan secara selektif untuk membunuh bakteri yang menginfeksi luka meskipun antibiotik tidak bekerja.
Pengobatan dengan menggunakan fag pertama kali ditemukan pada awal abad ke-20.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Graham Stafford menggunakan kotoran berbagai hewan termasuk babun Guinea, lemur, dan babi Visayan di Taman Margasatwa Yorkshire.
“Meski berbau, virus dalam kotoran hewan langka dapat membunuh bakteri yang resisten terhadap obat antibiotik,” kata Stafford selaku ketua mikrobiologi molekuler universitas tersebut.
Lihat Juga :