Neuralink Elon Musk Cari Pasien Pertama Implan Otak, Tertarik?
Kamis, 21 September 2023 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
Sehari setelah pengumuman tersebut, pendiri Neuralink, Elon Musk, menulis di platform X bahwa selain membantu orang-orang yang lumpuh untuk bergerak kembali, perusahaan juga berharap dapat mengurangi risiko AI terhadap peradaban manusia dengan meningkatkan bandwidth antara manusia dan AI.
Namun, di tengah upaya ujicoba tersebut muncul isu tak sedap yang dirilis situs Wired soal fakta-fakta eksperimen Neuralink akhir-akhir ini.
Rilis informasi tersebut terkait monyet-monyet laboratorium yang digunakan Neuralink untuk uji coba implan otak.
Dikutip Wired, Kamis (21/9/2023) ini, pernyataan Elon Musk yang mengatakan tidak ada satu pun monyet-monyet laboratorium yang tewas selama uji coba bertolak belakang dengan laporan yang dibuat Physicians Committee for Responsible Medicine.
Laporan itu disebutkan Wired dikirim ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau US Securities and Exchange Commission (SEC). Dalam laporan itu disebutkan monyet-monyet yang digunakan Neuralink sebagai kelinci percobaan mati karena produser implan otak.
Kematian tersebut justru bukan disebabkan oleh penyakit yang diderita oleh monyet-monyet laboratorium seperti yang didengungkan oleh Elon Musk. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa monyet-monyet itu terpaksa disuntik mati karena mengalami kondisi mengenaskan.
“Neuralink mengklaim akan memasarkan perangkat yang aman, dan itulah mengapa Anda harus berinvestasi,” kata Ryan Merkley, dari Physicians Committee for Responsible Medicine.
“Dan kami melihat kebohongannya sebagai cara untuk menutupi apa yang terjadi dalam studi eksplorasi ini."
Namun, di tengah upaya ujicoba tersebut muncul isu tak sedap yang dirilis situs Wired soal fakta-fakta eksperimen Neuralink akhir-akhir ini.
Rilis informasi tersebut terkait monyet-monyet laboratorium yang digunakan Neuralink untuk uji coba implan otak.
Dikutip Wired, Kamis (21/9/2023) ini, pernyataan Elon Musk yang mengatakan tidak ada satu pun monyet-monyet laboratorium yang tewas selama uji coba bertolak belakang dengan laporan yang dibuat Physicians Committee for Responsible Medicine.
Laporan itu disebutkan Wired dikirim ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau US Securities and Exchange Commission (SEC). Dalam laporan itu disebutkan monyet-monyet yang digunakan Neuralink sebagai kelinci percobaan mati karena produser implan otak.
Kematian tersebut justru bukan disebabkan oleh penyakit yang diderita oleh monyet-monyet laboratorium seperti yang didengungkan oleh Elon Musk. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa monyet-monyet itu terpaksa disuntik mati karena mengalami kondisi mengenaskan.
“Neuralink mengklaim akan memasarkan perangkat yang aman, dan itulah mengapa Anda harus berinvestasi,” kata Ryan Merkley, dari Physicians Committee for Responsible Medicine.
“Dan kami melihat kebohongannya sebagai cara untuk menutupi apa yang terjadi dalam studi eksplorasi ini."
Lihat Juga :