Satu Musim di Planet Saturnus Berlangsung Selama 7,5 Tahun, Begini Perubahannya
Kamis, 14 September 2023 - 18:33 WIB
loading...
Dengan menggunakan teleskop luar angkasa yang canggih, para astronom menyaksikan perubahan musim panas ke musim gugur di planet Saturnus. Foto/NASA/Space
A
A
A
FLORIDA - Dengan menggunakan teleskop luar angkasa yang canggih, para astronom menyaksikan perubahan musim panas ke musim gugur di planet Saturnus. Setiap satu musim di planet Saturnus berlangsung selama 7,5 tahun, sebab satu tahun di planet cincin es ini sama dengan 29,4 tahun di Bumi.
Dengan menggunakan teleskop luar angkasa James Webb (JWST) pengamatan perubahan musim di Saturnus dilakukan pada November 2022. Tim peneliti yang dipimpin ilmuwan dari Universitas Leicester mengamati tren pendinginan di Saturnus yang disebabkan oleh aliran udara yang berbalik arah seiring pergantian musim.
“Belum pernah ada pesawat ruang angkasa yang menjelajahi Saturnus pada akhir musim panas dan musim gugur, jadi kami berharap ini adalah titik awal penelitian penting,” kata profesor Fakultas Fisika dan Astronomi Universitas Leicester, Leigh Fletcher, dikutip SINDOnews dari laman Space, Kamis (14/9/2023).
Baca juga; Ilmuwan Ungkap Penyebab Terjadinya Hujan Es di Saturnus
"Kualitas data baru dari JWST sungguh menakjubkan — dalam satu rangkaian pengamatan singkat, kami mampu melanjutkan warisan misi Cassini memasuki musim Saturnus yang benar-benar baru, mengamati bagaimana pola cuaca dan sirkulasi atmosfer merespons terhadap sinar matahari yang berubah."
Para astronom melakukan pengamatan terhadap Saturnus menggunakan Instrumen Inframerah Tengah (Mid-Infrared Instrument/MIRI) JWST. MIRI memungkinkan tim ilmuwan mengukur suhu atmosfer Saturnus dan melihat jejak bahan kimia di dalamnya.
![Satu Musim di Planet Saturnus Berlangsung Selama 7,5 Tahun, Begini Perubahannya]()
Saturnus membutuhkan waktu 29,4 tahun Bumi untuk mengorbit matahari, yang menyebabkan musim berlangsung sekitar 7,5 tahun Bumi. Pengamatan teleskop luar angkasa James Webb ini memberi para ilmuwan wawasan baru tentang musim-musim yang panjang dan fenomena ketika musim mulai berubah di Saturnus.
Dengan menggunakan teleskop luar angkasa James Webb (JWST) pengamatan perubahan musim di Saturnus dilakukan pada November 2022. Tim peneliti yang dipimpin ilmuwan dari Universitas Leicester mengamati tren pendinginan di Saturnus yang disebabkan oleh aliran udara yang berbalik arah seiring pergantian musim.
“Belum pernah ada pesawat ruang angkasa yang menjelajahi Saturnus pada akhir musim panas dan musim gugur, jadi kami berharap ini adalah titik awal penelitian penting,” kata profesor Fakultas Fisika dan Astronomi Universitas Leicester, Leigh Fletcher, dikutip SINDOnews dari laman Space, Kamis (14/9/2023).
Baca juga; Ilmuwan Ungkap Penyebab Terjadinya Hujan Es di Saturnus
"Kualitas data baru dari JWST sungguh menakjubkan — dalam satu rangkaian pengamatan singkat, kami mampu melanjutkan warisan misi Cassini memasuki musim Saturnus yang benar-benar baru, mengamati bagaimana pola cuaca dan sirkulasi atmosfer merespons terhadap sinar matahari yang berubah."
Para astronom melakukan pengamatan terhadap Saturnus menggunakan Instrumen Inframerah Tengah (Mid-Infrared Instrument/MIRI) JWST. MIRI memungkinkan tim ilmuwan mengukur suhu atmosfer Saturnus dan melihat jejak bahan kimia di dalamnya.

Saturnus membutuhkan waktu 29,4 tahun Bumi untuk mengorbit matahari, yang menyebabkan musim berlangsung sekitar 7,5 tahun Bumi. Pengamatan teleskop luar angkasa James Webb ini memberi para ilmuwan wawasan baru tentang musim-musim yang panjang dan fenomena ketika musim mulai berubah di Saturnus.
Lihat Juga :