Mengenal Badai Daniel yang Merenggut Ribuan Nyawa di Libya hingga Jalur Gaza
Rabu, 13 September 2023 - 23:16 WIB
loading...
A
A
A
Lantas apakah antisipasi yang minim membuat dampak badai Daniel begitu besar atau dampaknya diperparah oleh perubahan pola cuaca Mediterania sebagai akibat dari kerusakan iklim?
Selama berbulan-bulan pada musim panas ini, wilayah tersebut telah dilanda gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para ilmuwan mengatakan bahwa gelombang panas meningkatkan suhu permukaan laut, yang dapat mendorong terbentuknya siklon mirip tropis Mediterania, atau medicane.
“Meskipun belum ada kaitan resmi mengenai peran perubahan iklim dalam membuat Badai Daniel lebih hebat, dapat dikatakan bahwa suhu permukaan laut Mediterania jauh di atas rata-rata sepanjang musim panas,” kata Dr Karsten Haustein, seorang ilmuwan iklim di Universitas Leipzig dikutip dari Guardian.
“Hal ini tentu saja berlaku untuk wilayah di mana Badai Daniel dapat terbentuk dan mendatangkan malapetaka di Yunani dan sekarang Libya. Air yang lebih hangat tidak hanya memicu badai tersebut dalam hal intensitas curah hujan, tetapi juga menjadikannya lebih ganas.”
Namun badai Daniel tidak sepenuhnya bertanggungjawab atas kehancuran yang terjadi di Derna, lantaran infrastruktur, termasuk bendungan yang jebol, sudah berada dalam kondisi buruk. Lebih dari satu dekade setelah kota-kota di Libya dibombardir oleh angkatan laut NATO dan pesawat-pesawat tempur yang mendukung pemberontakan melawan Muammar Gaddafi , Libya tidak siap menghadapi cuaca ekstrem yang dibawa Daniel.
Baca Juga: Fenomena Badai Pasir Diprediksi Akan Terjang Eropa
Selama berbulan-bulan pada musim panas ini, wilayah tersebut telah dilanda gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para ilmuwan mengatakan bahwa gelombang panas meningkatkan suhu permukaan laut, yang dapat mendorong terbentuknya siklon mirip tropis Mediterania, atau medicane.
“Meskipun belum ada kaitan resmi mengenai peran perubahan iklim dalam membuat Badai Daniel lebih hebat, dapat dikatakan bahwa suhu permukaan laut Mediterania jauh di atas rata-rata sepanjang musim panas,” kata Dr Karsten Haustein, seorang ilmuwan iklim di Universitas Leipzig dikutip dari Guardian.
“Hal ini tentu saja berlaku untuk wilayah di mana Badai Daniel dapat terbentuk dan mendatangkan malapetaka di Yunani dan sekarang Libya. Air yang lebih hangat tidak hanya memicu badai tersebut dalam hal intensitas curah hujan, tetapi juga menjadikannya lebih ganas.”
Namun badai Daniel tidak sepenuhnya bertanggungjawab atas kehancuran yang terjadi di Derna, lantaran infrastruktur, termasuk bendungan yang jebol, sudah berada dalam kondisi buruk. Lebih dari satu dekade setelah kota-kota di Libya dibombardir oleh angkatan laut NATO dan pesawat-pesawat tempur yang mendukung pemberontakan melawan Muammar Gaddafi , Libya tidak siap menghadapi cuaca ekstrem yang dibawa Daniel.
Baca Juga: Fenomena Badai Pasir Diprediksi Akan Terjang Eropa
Lihat Juga :