5 Kiamat Kecil yang Membuat Manusia Nyaris Punah, Salah Satunya dari Indonesia

Rabu, 13 September 2023 - 19:35 WIB
loading...
A A A
Profesor Chris Stringer, kepala asal usul manusia di Museum Sejarah Alam di London, mengatakan keadaannya sangat mengerikan sehingga luar biasa spesies manusia bisa bertahan.

“Untuk populasi sebesar itu, hanya diperlukan satu peristiwa iklim buruk, sebuah epidemi, letusan gunung berapi, dan manusia akan musnah,” katanya kepada Guardian.

3. Fase Glasial

Sekitar 195 ribu tahun lalu, dunia kembali mengalami perubahan besar. Gurun dan gletser mulai meluas, menyebabkan suhu turun dan menghancurkan habitat di wilayah yang menjadi dingin dan kering.

Tidak jelas alasannya, namun kelompok manusia di Afrika mulai terpecah, yang kemudian menyebabkan jumlah manusia menurun drastis sekitar 150.000 tahun lalu.

Benua ini sebagian besar merupakan satu-satunya tempat di mana Homo sapiens atau manusia modern, hidup hingga sekitar 50 ribu tahun lalu. Namun skala fase glasial begitu mengancam sehingga beberapa ilmuwan yakin jumlah perkembangbiakan turun hingga hanya 600 individu.

Mereka yang bertahan hidup tampaknya berkembang setelah menetap di tepi laut di tempat yang sekarang disebut Afrika Selatan. Hal ini penting karena daerah tersebut kaya tanaman yang menyimpan energinya di bawah permukaan tanah, serta memiliki perairan yang relatif hangat di dekatnya sehingga memungkinkan kerang untuk berkembang biak.

Kedua faktor ini memberi Homo sapiens makanan yang cukup untuk bertahan hidup dan memungkinkan spesies berevolusi menjadi manusia seperti sekarang ini.

4. Letusan Toba

Manusia jelas tidak bisa bertahan dalam peristiwa pendinginan ekstrem, namun ada ancaman yang sangat berbeda yang hampir memusnahkan manusia lebih dari 70 ribu tahun lalu. Alih-alih zaman es, ini adalah letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah yang hampir mengakhiri keberadaan umat manusia.

Letusan super Toba mengeluarkan sekitar 720 mil kubik (3.000 km kubik) batuan dan abu yang tersebar ke seluruh dunia. Menghalangi sinar matahari dan menciptakan musim dingin vulkanik yang berlangsung setidaknya satu dekade.

Baca Juga: Kaldera Toba Ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark

Bencana tersebut sedemikian besarnya hingga membunuh sejumlah besar kehidupan hewan dan tumbuhan. Juga menyebabkan populasi manusia hanya tinggal beberapa ribu orang saja.

Diperkirakan populasi yang tersisa hanya terbatas di beberapa bagian Afrika, namun pada tahun 2020 sebuah penelitian menemukan bukti bahwa manusia di India juga selamat dari dampak tersebut. Para peneliti menilai catatan lapisan batuan berusia 80.000 tahun dari situs Dhaba di Lembah Anak Tengah, India utara.

Ditemukannya alat-alat yang terbuat dari batu bertepatan dengan waktu terjadinya peristiwa Toba, menandakan manusia di India sudah menggunakan alat-alat Zaman Batu ketika terjadi letusan. Situs tersebut membuktikan bahwa penggunaan alat-alat tersebut tetap ada setelah peristiwa bencana yang menciptakan musim dingin selama satu dekade. Bukti bahwa orang-orang yang menciptakan alat-alat tersebut selamat.

Letusan Toba sangat dahsyat sehingga yang tersisa dari gunung tersebut hanyalah Danau Toba yang sangat besar, yang membentang sepanjang 62 mil (100 kilometer), lebar 19 mil (30 km), dan kedalaman hingga 1.657 kaki (505 meter).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
NASA Deteksi Sungai...
NASA Deteksi Sungai Eufrat Akan Kering Total pada Tahun 2040
Ilmuwan Temukan Fakta...
Ilmuwan Temukan Fakta Alam Eemesta Mengembang 10% Lebih Cepat dari Prediksi
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Rekomendasi
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Berita Terkini
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved