Saksi Gempa Dahsyat 2.700 Tahun Lalu, Kerangka Pejabat Elite Ditemukan Masih Utuh
Senin, 11 September 2023 - 15:24 WIB
loading...
Para arkeolog menemukan kerangka yang masih utuh di reruntuhan benteng di Ayanis, pusat Urartian di provinsi Van Turki. Foto/Live Science
A
A
A
ANKARA - Para arkeolog menemukan kerangka yang masih utuh di reruntuhan benteng di Ayanis, pusat Urartian di provinsi Van Turki . Kerangka ini diperkirakan milik seorang pejabat tinggi yang jadi korban gempa bumi dahsyat 2.700 tahun lalu.
Hal itu diketahui dari perhiasan yang dikenakan dan dikelilingi oleh senjata dan artefak mewah lainnya. Di antarnya prasasti dua sisi dan segel, benda kecil yang digunakan untuk menunjukkan tanda tangan, milik pribadi, kepemilikan dan otoritas.
“Orang ini pasti menjalani kehidupan mewah di abad kedelapan SM. Mereka tewas terjatuh di dalam benteng, dengan barang-barang pribadi yang mewah dikenakan,” kata Mehmet Isıklı, Kepala Penggalian Ayanis dan Profesor di Departemen Arkeologi Universitas Ataturk dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Senin (11/9/2023).
Baca juga; USGS Sebut Kekuatan Guncangan Gempa Maroko Dirasakan hingga Puncak Gunung Atlas
Kerangka itu ditemukan dalam benteng yang dibangun di Ayanis, pusat Urartian di provinsi Van Turki. Kerajaan Urartu pada Zaman Besi memerintah dari abad kesembilan hingga keenam SM dan membentang dari wilayah yang sekarang disebut Armenia hingga Iran barat dan Turki timur.
Para ahli telah lama berspekulasi bahwa gempa bumi dan kebakaran yang terjadi kemudian menyebabkan jatuhnya Ayanis. Namun, sejak penggalian dimulai pada akhir tahun 1980an masih kekurangan bukti untuk mendukung skenario gempa dahsyat yang menghancurkan benteng.
![Saksi Gempa Dahsyat 2.700 Tahun Lalu, Kerangka Pejabat Elite Ditemukan Masih Utuh]()
“Temuan kerangka ini memberikan bukti penting terhadap hipotesis gempa bumi. Sisa-sisa manusia ini mungkin mengisyaratkan runtuhnya kota Ayanis yang megah,” kata Mehmet Isikli.
Hal itu diketahui dari perhiasan yang dikenakan dan dikelilingi oleh senjata dan artefak mewah lainnya. Di antarnya prasasti dua sisi dan segel, benda kecil yang digunakan untuk menunjukkan tanda tangan, milik pribadi, kepemilikan dan otoritas.
“Orang ini pasti menjalani kehidupan mewah di abad kedelapan SM. Mereka tewas terjatuh di dalam benteng, dengan barang-barang pribadi yang mewah dikenakan,” kata Mehmet Isıklı, Kepala Penggalian Ayanis dan Profesor di Departemen Arkeologi Universitas Ataturk dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Senin (11/9/2023).
Baca juga; USGS Sebut Kekuatan Guncangan Gempa Maroko Dirasakan hingga Puncak Gunung Atlas
Kerangka itu ditemukan dalam benteng yang dibangun di Ayanis, pusat Urartian di provinsi Van Turki. Kerajaan Urartu pada Zaman Besi memerintah dari abad kesembilan hingga keenam SM dan membentang dari wilayah yang sekarang disebut Armenia hingga Iran barat dan Turki timur.
Para ahli telah lama berspekulasi bahwa gempa bumi dan kebakaran yang terjadi kemudian menyebabkan jatuhnya Ayanis. Namun, sejak penggalian dimulai pada akhir tahun 1980an masih kekurangan bukti untuk mendukung skenario gempa dahsyat yang menghancurkan benteng.

“Temuan kerangka ini memberikan bukti penting terhadap hipotesis gempa bumi. Sisa-sisa manusia ini mungkin mengisyaratkan runtuhnya kota Ayanis yang megah,” kata Mehmet Isikli.
Lihat Juga :