14 Kota Hilang yang Berhasil Ditemukan, Ada Troy di Turki
Jum'at, 08 September 2023 - 09:28 WIB
loading...
A
A
A
Pada Juli 1911, sejarawan Amerika Hiram Bingham melakukan tur ke permukiman kuno Inca di Peru. Dia berada di dekat kota Cusco ketika seorang petani bercerita tentang reruntuhan di puncak gunung yang oleh penduduk disebut Machu Picchu atau 'Puncak Tua'.
Bingham dan timnya lantas mengeceknya dan menemukan pintu masuk batu ke kota terlupakan yang dibangun di atas sejumlah teras buatan.
Kota ini diyakini dibangun sekitar tahun 1450 M sebagai tempat peristirahatan musim panas bagi para penguasa Inca dan untungnya tetap tersembunyi dari penjajah Spanyol. 200 bangunan tersebut memiliki populasi sekitar 750 orang, kemungkinan besar adalah pengikut kerajaan.
Dibangun tanpa menggunakan mortar, bangunan batu kering yang dipoles tersebut antara lain Inti Watana, sejenis jam matahari, Kuil Matahari setengah lingkaran, dan Kuil Tiga Jendela. Situs ini ditinggalkan pada tahun 1550, mungkin karena penyakit yang dibawa oleh penjajah Spanyol. Kota ini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1983.
11. Skara Brae, Orkney, Skotlandia
Pada musim dingin 1850, badai besar melanda Skotlandia yang menyebabkan sekitar 200 korban jiwa. Keesokan harinya, di Kepulauan Orkney, penduduk desa menemukan badai telah meruntuhkan sebagian tebing dan mengungkap pemukiman tersembunyi dengan rumah-rumah batu tanpa atap.
Pengujian menunjukkan situs tersebut berasal dari tahun 3200 hingga 2200 SM dan telah dihuni selama 600 tahun. Terdiri dari 10 rumah batu bundar dengan perapian di tengah dan tempat tidur di dekat dinding. Atapnya terbuat dari tulang ikan paus dan gambut serta memiliki lorong-lorong beratap. Desain standar menunjukkan bahwa tidak ada hierarki, melainkan komunitas orang-orang yang hidup damai sebagai petani, penggembala, dan pedagang. Skara Brae menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1999.
12. Ciudad Perdida, Kolombia
Selama lebih dari 300 tahun, Ciudad Perdida di Kolombia tetap tersembunyi dari dunia luar, hanya diketahui oleh mereka yang tinggal jauh di pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta.
Kemudian, pada 1972, sekelompok pemburu menemukan reruntuhan kota besar terkubur di bawah dedaunan lebat.
Dibangun sekitar tahun 800 M, Ciudad Perdida atau Teyuna adalah rumah bagi beberapa ribu orang Tairona. Namun kawasan ini ditinggalkan setelah penjajah Spanyol tiba pada akhir abad ke-16 dan secara bertahap tertutup hutan.
13. Vijayanagara, India
Pada tahun 1799 perwira Skotlandia Colin Mackenzie menemukan reruntuhan kuno di dataran tinggi Deccan, India selatan. Dia pernah mendengar rumor tentang kota Vijanyangara yang hilang tetapi tidak yakin dengan apa yang ditemukan. Ia tak sadar sedang melihat sisa-sisa kerajaan besar yang berasal dari abad ke-14 Masehi.
Kekaisaran Vijanyangara terkenal karena efisiensinya, hubungan internasional, dan arsitektur yang megah. Kuil-kuil dan ukiran indah yang mereka bangun sungguh menakjubkan. Yaitu kereta batu besar, kuda batu setinggi 2,4 meter, dan deretan 11 kandang gajah berkubah.
Pada tahun 1565, perang menghancurkan kota dan kota ditinggalkan. Saat ini monumen yang telah dipugar secara menakjubkan tersebut merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, yang terletak di Vijayanagara di negara bagian Karnataka tengah.
14. Aten, Mesir
Pada September 2020, arkeolog Dr Zahi Hawass dan timnya mencari kuil di dekat kota Luxor, di tepi barat Sungai Nil . Pada 8 April 2021, mereka mengumumkan penemuan kota berusia 3.000 tahun yang telah terkubur pasir selama ribuan tahun. Aten, juga dikenal sebagai 'Kota Emas yang Hilang', dianggap sebagai kota kuno terbesar yang pernah ditemukan di Mesir. Signifikansi penemuan tersebut disamakan dengan penemuan makam Tutankhamen.
Kota ini dibangun pada masa pemerintahan Amenhotep III, antara tahun 1391 dan 1353 SM, yang merupakan salah satu periode paling makmur dalam sejarah Mesir.
Menurut para arkeolog, bekas kota ini sangat terpelihara dengan baik, dengan ruangan dipenuhi benda-benda termasuk pot tanah liat, peralatan untuk memintal dan menenun, cincin dan scarab. Berkat batu bata lumpur yang memuat segel cartouche Raja Amenhotep III, para arkeolog dapat menentukan tanggal pemukiman tersebut dihuni.
Terdapat juga bukti adanya bengkel, yang berisi batu bata lumpur untuk membangun kuil dan makam, serta cetakan yang digunakan untuk membuat bangunan.
Bingham dan timnya lantas mengeceknya dan menemukan pintu masuk batu ke kota terlupakan yang dibangun di atas sejumlah teras buatan.
Kota ini diyakini dibangun sekitar tahun 1450 M sebagai tempat peristirahatan musim panas bagi para penguasa Inca dan untungnya tetap tersembunyi dari penjajah Spanyol. 200 bangunan tersebut memiliki populasi sekitar 750 orang, kemungkinan besar adalah pengikut kerajaan.
Dibangun tanpa menggunakan mortar, bangunan batu kering yang dipoles tersebut antara lain Inti Watana, sejenis jam matahari, Kuil Matahari setengah lingkaran, dan Kuil Tiga Jendela. Situs ini ditinggalkan pada tahun 1550, mungkin karena penyakit yang dibawa oleh penjajah Spanyol. Kota ini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1983.
11. Skara Brae, Orkney, Skotlandia
Pada musim dingin 1850, badai besar melanda Skotlandia yang menyebabkan sekitar 200 korban jiwa. Keesokan harinya, di Kepulauan Orkney, penduduk desa menemukan badai telah meruntuhkan sebagian tebing dan mengungkap pemukiman tersembunyi dengan rumah-rumah batu tanpa atap.
Pengujian menunjukkan situs tersebut berasal dari tahun 3200 hingga 2200 SM dan telah dihuni selama 600 tahun. Terdiri dari 10 rumah batu bundar dengan perapian di tengah dan tempat tidur di dekat dinding. Atapnya terbuat dari tulang ikan paus dan gambut serta memiliki lorong-lorong beratap. Desain standar menunjukkan bahwa tidak ada hierarki, melainkan komunitas orang-orang yang hidup damai sebagai petani, penggembala, dan pedagang. Skara Brae menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1999.
12. Ciudad Perdida, Kolombia
Selama lebih dari 300 tahun, Ciudad Perdida di Kolombia tetap tersembunyi dari dunia luar, hanya diketahui oleh mereka yang tinggal jauh di pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta.
Kemudian, pada 1972, sekelompok pemburu menemukan reruntuhan kota besar terkubur di bawah dedaunan lebat.
Dibangun sekitar tahun 800 M, Ciudad Perdida atau Teyuna adalah rumah bagi beberapa ribu orang Tairona. Namun kawasan ini ditinggalkan setelah penjajah Spanyol tiba pada akhir abad ke-16 dan secara bertahap tertutup hutan.
13. Vijayanagara, India
Pada tahun 1799 perwira Skotlandia Colin Mackenzie menemukan reruntuhan kuno di dataran tinggi Deccan, India selatan. Dia pernah mendengar rumor tentang kota Vijanyangara yang hilang tetapi tidak yakin dengan apa yang ditemukan. Ia tak sadar sedang melihat sisa-sisa kerajaan besar yang berasal dari abad ke-14 Masehi.
Kekaisaran Vijanyangara terkenal karena efisiensinya, hubungan internasional, dan arsitektur yang megah. Kuil-kuil dan ukiran indah yang mereka bangun sungguh menakjubkan. Yaitu kereta batu besar, kuda batu setinggi 2,4 meter, dan deretan 11 kandang gajah berkubah.
Pada tahun 1565, perang menghancurkan kota dan kota ditinggalkan. Saat ini monumen yang telah dipugar secara menakjubkan tersebut merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, yang terletak di Vijayanagara di negara bagian Karnataka tengah.
14. Aten, Mesir
Pada September 2020, arkeolog Dr Zahi Hawass dan timnya mencari kuil di dekat kota Luxor, di tepi barat Sungai Nil . Pada 8 April 2021, mereka mengumumkan penemuan kota berusia 3.000 tahun yang telah terkubur pasir selama ribuan tahun. Aten, juga dikenal sebagai 'Kota Emas yang Hilang', dianggap sebagai kota kuno terbesar yang pernah ditemukan di Mesir. Signifikansi penemuan tersebut disamakan dengan penemuan makam Tutankhamen.
Kota ini dibangun pada masa pemerintahan Amenhotep III, antara tahun 1391 dan 1353 SM, yang merupakan salah satu periode paling makmur dalam sejarah Mesir.
Menurut para arkeolog, bekas kota ini sangat terpelihara dengan baik, dengan ruangan dipenuhi benda-benda termasuk pot tanah liat, peralatan untuk memintal dan menenun, cincin dan scarab. Berkat batu bata lumpur yang memuat segel cartouche Raja Amenhotep III, para arkeolog dapat menentukan tanggal pemukiman tersebut dihuni.
Terdapat juga bukti adanya bengkel, yang berisi batu bata lumpur untuk membangun kuil dan makam, serta cetakan yang digunakan untuk membuat bangunan.
(msf)
Lihat Juga :