Google Mulai Sensor Gambar Erotis dan Kekerasan

Kamis, 31 Agustus 2023 - 16:39 WIB
loading...
Google Mulai Sensor...
Google Mulai Sensor Gambar Erotis. FOTO/ CNET
A A A
CUPERTINO - Jangan lagi berharap mencari gambar-gambar erotis adan aksi kekerasan lewat Google.

BACA JUGA - Google Berikan Opsi Atasi Gangguan Kesalahan Lokasi Google Maps

Pasalnya mulai Kamis (31/8/2023) ini Google mulai menyensor seluruh gambar erotis, adegan seks, porno, hingga aksi kekerasan yang muncul di platfom pencarian mereka.

Penyensoran dilakukan dengan memburamkan gambar-gambar yang muncul. Hal itu terjadi karena mulai saat ini Google sudah mengaktifkan fitur Safe Search.

Lewat fitur baru itu Google berharap pengguna akan semakin nyaman berselancar. "Fitur ini akan langsung bekerja otomatis untuk seluruh pengguna," sebut Google dikutip The Verge.

Keinginan Google untuk menyensor gambar-gambar porno tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak Februari 2023 lalu. Hanya saja Google sudah menetapkan fitur tersebut aktif di pengujung Agustus 2023 ini.

Google sendiri menyebutkan fitur Safe Search merupakan bagian dari tujuan besar inisiatif Google Search. Mereka berharap pengguna yang melakukan pencarian di Google Search akan mendapatkan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik.

"Inisiatif Google Search akan membuat penguna tetap memgang kendali informasi pribadi, privasi, dan keamanan online," sebut Google.

Hanya saja The Verge menyebutkan masih ada celah buat pengguna yang tetap ingin mendapatkan gambar atau video erotis, seksi, dan ada aksi kekerasan.

Hal itu dapat dilakukan dengan mengubah pengaturan akun Google. Dalam pengaturan akun itu pengguna tinggal menonaktifkan fitur Safe Search dairi ON ke OFF.

Tapi sebaiknya saran tersebut tidak perlu dilakukan karena memang Google berharap agar aktivitas di platform mereka jadi lebih nyaman dan aman buat semua pengguna.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Hacker Gunakan Asisten...
Hacker Gunakan Asisten AI Meta Mengambil Kendali Akun Instagram
Pengguna Facebook dan...
Pengguna Facebook dan Instagram Perlu Memperhatikan Hal Ini
Facebook Mengalami Kesalahan...
Facebook Mengalami Kesalahan Aneh, Ini yang Terjadi
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Rekomendasi
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Berita Terkini
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved