Spesifikasi ECDIS Iran, Teknologi Canggih yang Bikin AS dan Israel Tak Berdaya

Rabu, 30 Agustus 2023 - 10:38 WIB
loading...
Spesifikasi ECDIS Iran,...
Iran kembangkan Electronic Chart Display and Information System. FOTO/ DAILY
A A A
TEHRAN - Iran mengembangkan Electronic Chart Display and Information System (ECDIS) buatan sendiri, hal ini yang membuat Amerika Serikat dan Israel berpikir seribukali untuk menyerang Iran.

BACA JUGA - Berkat Teknologi IEI, Wilayah Iran Sulit Ditembus Drone Canggih AS

ECDIS Iran telah dikembangkan oleh para ahli di Organisasi Geografis, sebuah badan yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan.

Seperti dilansir dari Teheran News, Ketua organisasi, Jenderal Fakhri, mengatakan sistem buatan sendiri dapat dipasang di kapal militer dan sipil.

Dikenal sebagai sarana utama navigasi elektronik, ECDIS adalah pengembangan sistem peta navigasi yang digunakan di kapal angkatan laut dan kapal laut.

Ini menggunakan sistem bagan elektronik untuk memungkinkan kru navigasi kapal untuk menentukan lokasi dan mencapai arah.

ECDIS meningkatkan keamanan navigasi dan mengurangi beban kerja navigator dengan kemampuan otomatisnya seperti perencanaan rute, pemantauan rute, penghitungan ETA (perkiraan waktu kedatangan) otomatis, dan pembaruan Electronic Navigational Chart (ENC).

ECDIS adalah sistem informasi dan tampilan peta elektronik dan dapat menampilkan secara otomatis posisi kapal, serta pembaharuan secara otomatis, radar overlay, GPS, AIS, Speed Log, sistem sensor dan lain-lain dalam satu perangkat yang didesain dan telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Sebuah laporan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) secara spesifik menggambarkan bahwa pasukan rudal Iran sebagai kekutan yang terbesar di Timur Tengah.

Meski tidak memiliki angka yang pasti, sebuah Pusat Studi Strategis dan Internasional yang berbasis di AS mendukung laporan Pentagon yang mengatakan bahwa Iran memiliki ribuan rudal canggih beragam jenis. BBC melaporkan bahwa, “ran memiliki kekuatan rudal yang sangat maju dengan beragam senjata lainnya.

Iran bahkan berani mengklaim bahwa rudal balistiknya memiliki jangkauan dan kemampuan untuk menghancurkan target-target di kawasan Teluk hingga Israel.

Selain pengembangan teknologi rudal balistik, Iran juga kini mulai menguji teknologi ruang angkasa – yang memungkinkannya untuk mengembangkan rudal antar benua.

Pada 2015, Presiden Barack Obama memperkirakan Iran hanya membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan untuk menghasilkan bahan nuklir yang cukup untuk membuat senjata.

Sehingga terjadi Perjanjian Nuklir antara Iran dengan enam kekuatan dunia yang dikenal sebagai JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) untuk mencegah Iran membuat senjata nuklir.

Namun pada 2018, Presiden Trump menarik diri dari perjanjian dan mendorong batasan yang lebih luas dan permanen terhadap kegiatan nuklir Iran.

Setelah pembunuhan Jenderal Soleimani oleh AS, Iran mengatakan tidak akan terikat oleh pembatasan ini. Namun Iran mengatakan tetap akan terus bekerja sama dengan pengawas nuklir PBB, IAEA.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Kekurangan Senjata...
AS Kekurangan Senjata Stategis Akibat Ketergantungannya pada Tungsten China
Burung Merpati Punya...
Burung Merpati Punya GPS Canggih Alamiah Melebihi Teknologi Buatan Manusia
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Rekomendasi
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Berita Terkini
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved