Teliti Kehidupan Bawah Laut, China Rancang Kapal Super Canggih
Rabu, 16 Agustus 2023 - 21:47 WIB
loading...
A
A
A
Menurut para peneliti China, perangkat berbentuk ubin yang mereka kembangkan dapat menganalisis frekuensi sonar musuh dan menghasilkan gelombang suara yang berlawanan. Akibatnya operator sonar akan mengira kapal selam yang bergerak itu air.
Laman South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong melaporkan, Tim Institut Teknologi Beijing mengklaim bahwa suara frekuensi rendah yang dihasilkan oleh ubin memiliki intensitas hingga 147 desibel. Intensitas ini lebih keras daripada konser rock dan cukup kuat untuk memblokir beberapa sonar aktif paling kuat yang digunakan oleh militer AS atau sekutunya.
Lebih lanjut, para insinyur China dapat menempelkan perangkat itu di seluruh lambung kapal selam untuk menghadapi sonar yang datang dari berbagai sudut. Satu unit ubin lengkap ini berukuran kurang dari setengah ketebalan batu bata.
Material ini dinamai berdasarkan fenomena yang diidentifikasi oleh fisikawan Inggris James Joule pada tahun 1842. Fenomena yang dikenal sebagai "magnetostriksi", di mana beberapa bahan meregang atau berkontraksi saat didekatkan dengan magnet.
Kemudian ilmuwan China membuat ubin aktif didasarkan pada teknologi yang dikenal sebagai material magnetostriktif raksasa (GMM). Pembuatan GMM membutuhkan unsur Tanah Langka yang mahal dan berat dalam jumlah yang signifikan, seperti Terbium dan Dysprosium, sehingga penggunaan teknologi tersebut masih terbatas.
.
Laman South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong melaporkan, Tim Institut Teknologi Beijing mengklaim bahwa suara frekuensi rendah yang dihasilkan oleh ubin memiliki intensitas hingga 147 desibel. Intensitas ini lebih keras daripada konser rock dan cukup kuat untuk memblokir beberapa sonar aktif paling kuat yang digunakan oleh militer AS atau sekutunya.
Lebih lanjut, para insinyur China dapat menempelkan perangkat itu di seluruh lambung kapal selam untuk menghadapi sonar yang datang dari berbagai sudut. Satu unit ubin lengkap ini berukuran kurang dari setengah ketebalan batu bata.
Material ini dinamai berdasarkan fenomena yang diidentifikasi oleh fisikawan Inggris James Joule pada tahun 1842. Fenomena yang dikenal sebagai "magnetostriksi", di mana beberapa bahan meregang atau berkontraksi saat didekatkan dengan magnet.
Kemudian ilmuwan China membuat ubin aktif didasarkan pada teknologi yang dikenal sebagai material magnetostriktif raksasa (GMM). Pembuatan GMM membutuhkan unsur Tanah Langka yang mahal dan berat dalam jumlah yang signifikan, seperti Terbium dan Dysprosium, sehingga penggunaan teknologi tersebut masih terbatas.
.
(wbs)
Lihat Juga :