5 Fenomena Spektakuler Ini Akan Terlihat di Langit Indonesia saat Hujan Meteor Besok

Sabtu, 12 Agustus 2023 - 11:06 WIB
loading...
5 Fenomena Spektakuler...
Ini akan terlihat di Langit Indonesia saat hujan meteor besok. FOTO/ NASA
A A A
LONDON - Hujan meteor Perseid akan tersaji di langit Indonesia pada hari Minggu (13/8/2023). Langit Indonesia diprediksi akan menjadi indah, terang benderang, dan spektakuler.

BACA JUGA - Cara Melihat Hujan Meteor di Langit Indonesia pada Hari Minggu Besok

Menurut majalah Sky & Telescope, meteor Perseid adalah menjadi satu dari 10 komet yang melintas paling dekat dengan Bumi sejak 1950 dan komet paling dekat ke-20 yang pernah melintas sejak abad ke-9.

Komet itu pertama kali dilihat pada 1948 oleh astronom Amerika, Carl Wirtanen dari Wisconsin.

Meski hujan meteor Perseid Agustus lalu lebih dikenal, para astronom mengatakan Geminid menampilkan pertunjukan yang lebih baik dengan tampilan terbaik bintang jatuh.

Fenomena hujan meteor terjadi saat meteor mengitari Matahari - sama seperti perputaran Bumi, tetapi pada sudut tertentu.

"Apa yang terjadi adalah, setiap tahun, Bumi menabrak jalur orbit komet [Swift] yang terdiri dari puing-puing yang tertinggal," kata astronom Edward Bloomer, dari Royal Museum Greenwich.

Saat puing-puing kosmik ini - es, debu, dan pecahan batu seukuran sebutir beras - menghantam lapisan atas atmosfer bumi, "maka memunculkan kobaran api dengan hasil yang menakjubkan, walaupun terkadang hanya sepersekian detik," kata Bloomer.

Dan alasan hujan meteor Perseid begitu istimewa adalah karena "tiap tahun dapat diandalkan keindahannya, dan meskipun puncak aktivitasnya pada pertengahan Agustus setiap tahun," tambahnya.

Berikut ini adalah 5 fakta unik dan menarik seputar hujan meteor Perseid.

1. Nama Perseid diambil dari Bahasa Yunani


Asal kata “Perseid” adalah dari bahasa Yunani, yaitu Perseidai yang artinya anak-anak Pahlawan Perseus. Titik radian meteor Perseid berasal dari arah rasi bintang Perseus.

2. Berasal dari serpihan debu ekor komet Swift-Tuttle


Meteor Perseid berasal dari serpihan debu ekor komet Swift – Tuttle yang masuk ke atmosfer Bumi.

Jejak ionisasi meteor Perseid dapat dideteksi pada atmosfer Bumi di ketinggian 70 hingga 110 km. Jejak ionisasi tersebut berasal dari debu komet yang terbakar, sehingga tampak seperti bintang jatuh.

3. Selalu berjumlah banyak setiap kemunculannya


Jika dibandingkan dengan jenis hujan meteor lainnya, maka hujan meteor Perseid selalu muncul dalam jumlah lebih banyak.

Meteor Perseid dalam turun ke Bumi dalam jumlah puluhan hingga ratusan pada tiap jamnya jika kondisi cuaca sempurna.

4. Memiliki karakter hujan meteor kuat


Sumber hujan meteor Perseid berbeda dengan hujan meteor lainnya. Pada umumnya, hujan meteor periodik berasal dari remah-remah atau debu komet.

Akan tetapi, hanya meteor Perseid yang memiliki karakter hujan meteor kuat dengan periode muncul yang cukup panjang.

5. Berpotensi memproduksi Fireball


Keunikan lainnya dari hujan meteor Perseid adalah memiliki potensi untuk terbentuknya meteor terang atau disebut fireball. Fireball akan terbentuk pada saat puncak hujan meteor.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
ESA Menyelidiki Bola...
ESA Menyelidiki Bola Api Misterius yang Menerangi Langit Eropa
Jadi Senjata Canggih...
Jadi Senjata Canggih Baru Indonesia, Ini Kehebatan Rudal Meteor
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Rekomendasi
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved