Ini Bukti Sains Modern Ada di Al Quran, Mulai dari Teori Big Bang hingga Unsur Air Mendominasi Makhluk Hidup
Rabu, 02 Agustus 2023 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
“Beliau salah satu ilmuwan Arab brilian yang memberikan kontribusi signifikan dalam prinsip keilmuan tentang optik, astronomi, dan matematika melalui metode khusus; eksperimen yang dihasilkan melalui hipotesis dasar atau premis,” tulis UNESCO dilansir dari laman Wisconsinmuslimjournal.org, Rabu (2/8/2023).
Ilmuwan muslim dari Era Kejayaan Islam lainnya, antara lain ahli matematika dan astronomi Omar Khayyam ; ahli kedokteran Al-Razi dan Ibnu Sina (Avicena); ahli ilmu bedah Al-Zahrawi; ahli matematika Al-Khwarizmi; serta ahli fisika dan antropolog Al-Biruni.
Pemikiran para ilmuwan Muslim tadi banyak terinspirasi dari Surah Al Quran yang diimplementasikan dalam mekanisme penalaran keilmuan modern, seperti beberapa hal berikut ini:
1. Penciptaan alam semesta
“Apakah orang-orang tidak menyadari bahwa langit dan bumi adalah satu massa, maka Kami pisahkan mereka?" (QS Al Anbiya 21:30)
Gagasan tentang alam semesta yang mengembang muncul dari satu peristiwa tunggal tersebar ke publik sejak abad ke-20 dengan nama Teori Big Bang. Teorinya pertama kali dikemukakan pada 1927 oleh Georges Lemaitre, seorang ilmuwan berkebangsaan Belgia.
Ilmuwan muslim dari Era Kejayaan Islam lainnya, antara lain ahli matematika dan astronomi Omar Khayyam ; ahli kedokteran Al-Razi dan Ibnu Sina (Avicena); ahli ilmu bedah Al-Zahrawi; ahli matematika Al-Khwarizmi; serta ahli fisika dan antropolog Al-Biruni.
Pemikiran para ilmuwan Muslim tadi banyak terinspirasi dari Surah Al Quran yang diimplementasikan dalam mekanisme penalaran keilmuan modern, seperti beberapa hal berikut ini:
1. Penciptaan alam semesta
“Apakah orang-orang tidak menyadari bahwa langit dan bumi adalah satu massa, maka Kami pisahkan mereka?" (QS Al Anbiya 21:30)
Gagasan tentang alam semesta yang mengembang muncul dari satu peristiwa tunggal tersebar ke publik sejak abad ke-20 dengan nama Teori Big Bang. Teorinya pertama kali dikemukakan pada 1927 oleh Georges Lemaitre, seorang ilmuwan berkebangsaan Belgia.
Lihat Juga :