Ini yang Akan Terjadi Ketika Anda Klik Situs Phishing
Senin, 31 Juli 2023 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
Ketika Vaksincom melakukan pengecekan di Aplikasi Truecaller, nomor penipu juga sudah ditandai oleh pengguna Truecaller sebagai "Penipuan Bni".
Jika tautan di-klik, konsumen akan diarahkan ke situs phishing yang akan menampilkan Layanan Formulir Ganti Tarif. Lalu, korban akan diminta memasukkan informasi penting sebagai berikut :
Jika memilih memilih sudah terdaftar, sudah memiliki akun mobile banking maka akan diminta memasukkan informasi
1. Nomor Kartu Debit
2. Masa Berlaku kartu
3. CVV (3 digit di belakang kartu)
4. OTP
Jika Anda memilih belum terdaftar atau belum memiliki akun m-banking, maka Anda akan diminta memasukkan informasi :
1. Nomor Rekening
2. Nomor Kartu Debit
3. NIK KTP
4. PIN ATM
5. OTP
Bahkan untuk langkah ke depannya, situs phishing ini juga sudah mempersiapkan aplikasi palsu yang akan mengarahkan korbannya menginstal aplikasi.
Karena itu, Alfons mengimbau agar pengguna berhati-hati dalam memakai layanan digital. “Jangan mudah terkecoh oleh pesan yang memanfaatkan rekayasa sosial dan dikirimkan baik melalui email, WhatsApp atau kanal lainnya,” ungkapnya.
Apa yang Terjadi Jika Tautan Diklik?
Tentu banyak yang bertanya-tanya, apa yang terjadi jika tautan phishing yang disebarkan lewat WhatsApp atau situs palsu di-klik, informasi apa yang akan diminta oleh phiser?Jika tautan di-klik, konsumen akan diarahkan ke situs phishing yang akan menampilkan Layanan Formulir Ganti Tarif. Lalu, korban akan diminta memasukkan informasi penting sebagai berikut :
Jika memilih memilih sudah terdaftar, sudah memiliki akun mobile banking maka akan diminta memasukkan informasi
1. Nomor Kartu Debit
2. Masa Berlaku kartu
3. CVV (3 digit di belakang kartu)
4. OTP
Jika Anda memilih belum terdaftar atau belum memiliki akun m-banking, maka Anda akan diminta memasukkan informasi :
1. Nomor Rekening
2. Nomor Kartu Debit
3. NIK KTP
4. PIN ATM
5. OTP
Bahkan untuk langkah ke depannya, situs phishing ini juga sudah mempersiapkan aplikasi palsu yang akan mengarahkan korbannya menginstal aplikasi.
Karena itu, Alfons mengimbau agar pengguna berhati-hati dalam memakai layanan digital. “Jangan mudah terkecoh oleh pesan yang memanfaatkan rekayasa sosial dan dikirimkan baik melalui email, WhatsApp atau kanal lainnya,” ungkapnya.
Lihat Juga :