Tidak Ada di Peta! Ilmuwan Nekat Mengungkap Kemisteriusan Pulau Aspidochelone

Minggu, 23 Juli 2023 - 15:09 WIB
loading...
Tidak Ada di Peta! Ilmuwan...
Pulau misterius yang terbentuk dalam tubuh hewan itu terdapat hutan liar dan bebatuan yang disebut Aspidochelone, hingga kini masih belum terpecahkan. FOTO/ USOLVED
A A A
KAIRO - Dalam mitologi Yunani Aspidochelone percaya ada kura-kura rasaksa dan paus yang pada punggungnya menyerupai sebuah pulau.

BACA JUGA - Misteri Pulau Misterius yang Bisa Berpindah-pindah Sendiri Terungkap

Pulau misterius yang terbentuk dalam tubuh hewan itu terdapat hutan liar dan bebatuan yang disebut Aspidochelone, hingga kini masih belum terpecahkan.

Namun menurut tradisi Physiologus Yunani, Aspidochelone adalah makhluk laut yang memiliki beberapa deskripsi yaitu berupa seekor paus atau kura-kura bahkan kepiting dengan ukuran sebesar pulau.

Mengutip Live Science, sosok Hafgufa sejatinya adalah paus yang tengah berburu dan melakukan perangkap dengan membuka mulutnya lebar-lebar.

"Saya sedang membaca beberapa mitologi Norse dan memperhatikan makhluk ini, yang mirip dengan perilaku makan ikan paus. Begitu kami mulai menyelidiki lebih jauh, kami melihat kesejajarannya sangat mencolok," ujar John McCarthy seorang arkeolog maritim di College of Humanities, Arts and Social Sciences di Flinders University di Australia.

Perilaku makan ini biasanya terlihat pada dua jenis paus, yakni paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) dan paus Bryde (Balaenoptera brydei). Mereka biasanya menunggu dengan mulut terbuka lebar dalam posisi tegak tak bergerak di permukaan air.

Kawanan ikan yang tidak curiga kemudian menganggap rahang yang menganga sebagai tempat berlindung dan berenang langsung ke perangkap yang mematikan.
Tidak Ada di Peta! Ilmuwan Nekat Mengungkap Kemisteriusan Pulau Aspidochelone

Sebagai informasi, Hafgufa, yang diterjemahkan menjadi "kabut laut", muncul dalam manuskrip abad ke-13 berjudul "Konungs skuggsjá" atau "Cermin Raja" yang ditulis untuk Raja Norwegia Hákon Hákonarson yang memerintah Norwegia dari tahun 1217 hingga 1263.

Namun setelah para peneliti menelusuri referensi Hafgufa, gambaran tersebut mengacu pada sebuah teks asal Aleksandria yang dibuat pada abad kedua Masehi. Dalam catatan itu, mahluk tersebut dikenal sebagai salah satu Physiologus, yakni sejenis makhluk mirip paus.

Lebih rinci mahluk tersebut disebut sebagai aspidochelone, dengan ikan melompat ke mulutnya. Menurut para peneliti, pelaut abad pertengahan mungkin tahu bahwa Hafgufa adalah sejenis ikan paus dan bukan monster laut yang fantastik.

"Orang-orang Norse adalah pelaut besar. Sebagian besar perjalanan yang dilakukan orang pada Abad Pertengahan di Skandinavia adalah perjalanan memancing, jadi mereka memiliki tingkat pengetahuan yang sangat tinggi tentang pasang surut, arus, pola gelombang, serta ikan, " ujar Lauren Poyer, asisten profesor di Departemen Studi Skandinavia di Universitas Washington.

Meski demikian, beberapa catatan abad pertengahan menunjukkan bahwa para pelaut mendaratkan kapal mereka dan menyalakan api di punggung hafgufa yang mirip pulau.

Pada abad ke-18, penulis menyamakan makhluk itu dengan leviathan, kraken, atau bahkan putri duyung.

"Saya akan menyebutnya penyalahgunaan sumber abad pertengahan," kata Poyer.

Dalam manuskrip Norse, hafgufa digambarkan mengeluarkan parfum yang menarik ikan ke dalam mulutnya. Menurut studi baru, aroma khusus ini bisa merujuk pada bau mirip kubis busuk yang timbul saat paustengah makan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Kekayaan Laut Indonesia...
Kekayaan Laut Indonesia Diminta Dikelola dengan Inovasi Sains
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved