5 Fakta Unik Ranpur Bradley, Dibekali Rudal Pembunuh Tank

Jum'at, 21 Juli 2023 - 11:08 WIB
loading...
5 Fakta Unik Ranpur...
Bradley Infantry Fighting Vehicle Bradley (Bradley IFV) adalah platform kendaraan tempur lapis baja yang dirancang untuk mengangkut personel infanteri. Foto/Wikipedia/Military
A A A
JAKARTA - Bradley Infantry Fighting Vehicle Bradley (Bradley IFV) adalah platform kendaraan tempur lapis baja yang dirancang untuk mengangkut personel infanteri. Kendaraan Tempur Infanteri Bradley juga punya peran tambahan sebagai pengintai dan memberikan tembakan perlindungan untuk menekan musuh.

Jadi Bradley bukan tank, karena fungsi utamanya mengangkut dan memberikan perlindungan personel infanteri. Berbeda dengan tank tempur utama (main battle tank) yang dirancang punya fungsi destruktif, seperti menghancurkan tank musuh atau target potensial lainnya.

Berikut 5 fakta unik tentang kendaraan tempur (Ranpur) Bradley yang sering dikira tank, dirangkum SINDOnews dari laman Military, Reuters, dan New York Times, Jumat (21/7/2023).

1. Peran yang Istimewa

5 Fakta Unik Ranpur Bradley, Dibekali Rudal Pembunuh Tank

Bradley hadir untuk menjembatani kekosongan peran antara tank konvensional dan ranpur pengangkut personel di medan perang. Tank dirancang untuk menghancurkan target musuh, namun tidak bisa membawa banyak personel infanteri.

Baca juga; Amunisi Tank T-72 Rusia Robek Lapisan Baja Ranpur Bradley, Kenapa Masih Bergerak?

Sedangkan ranpur pengangkut personel, tidak mempunyai daya gempur sehebat tank meskipun mampu memobilisasi banyak pasukan infanteri. Nah, Bradley hadir sebagai ranpur pengangkut personel dengan kemampuan memberikan tembakan setara dengan tank.

Untuk itu, Bradley dibekali senjata mematikan meriam kecil 25 milimeter yang sering membuatnya dikira tank. Padahal tank tempur utama menggunakan meriam besar 120 milimeter dan tank tempur ringan memakai meriam 105 milimeter.

2. Dibekali Rudal Pembunuh Tank

5 Fakta Unik Ranpur Bradley, Dibekali Rudal Pembunuh Tank

Ranpur lapis baja Bradley dibekali senjata mematikan yang mampu menghancurkan tank musuh, yaitu rudal anti-tank TOW. Rudal anti-tank TOW atau Tube-launched, Optically tracked, Wire-guided dipasangan di turret (menara) komando bersama dengan meriam dan senapan mesin.

Rudal anti-tank TOW ditembakkan dari tabung peluncur, melacak target menggunakan optik, dan dipandu secara nirkabel. Rudal yang digunakan biasanya BGM-71 TOW yang dapat melaju 300 meter/detik dengan jangkauan 3.750 meter.

Baca juga; 5 Kecanggihan Kendaraan Tempur Infanteri M2A4 Bradley, Nomor 3 Bisa Hancurkan Tank

Senjata yang dikenal sebagai pembunuh tank ini awalnya dirancang oleh Hughes Aircraft pada 1960-an dan sekarang diproduksi oleh Raytheon. Rudal BGM-71 TOW berukuran panjang antara 1,1 hingga 1,5 meter, diameter 152 mm, dan rentang sayap 0,46 meter.

3. Ada 2 Varian Bradley

5 Fakta Unik Ranpur Bradley, Dibekali Rudal Pembunuh Tank

Ranpur Bradley dirancang untuk mengangkut personel infanteri atau pengintai dengan perlindungan lapis baja. Bradley juga diberikan kemampuan memberikan tembakan perlindungan untuk menekan pasukan dan kendaraan lapis baja musuh.

Untuk itu, selaku pengembang Bradley FMC Corporation dan BAE Systems Land & Armaments, sebelumnya United Defense, menghadirkan sejumlah varian. Paling banyak dikenal adalah M2 Bradley dan M3 Bradley untuk melakukan tugas tambahan sebagai kendaraan pengintai.

Baca juga; Tentara Rusia Rebut Bradley Amerika Serikat dan Tank Leopard 2 Jerman

M2 Bradley menampung tiga awak, terdiri dari seorang komandan, penembak, dan pengemudi. M2 Bradley mampu membawa enam personel tentara bersenjata lengkap. Sedangkan M3 Bradley untuk misi pengintaian membawa dua pasukan pengintai selain tiga awak reguler, dengan ruang untuk rudal BGM-71 TOW tambahan.

4. Armor Lapis Baja Anti-RPG

5 Fakta Unik Ranpur Bradley, Dibekali Rudal Pembunuh Tank

Ranpur Bradley memiliki pelindung atau armor lapis baja untuk menahan gempuran peluru 14,5 mm di bagian depan dan turret. Armor lapis baja seluruh bagian bodi mampu menahan peluru 7,62 mm hingga 12,7 mm dan serpihan artileri.

Armor pada lambung dan menara Bradley dibuat dari aluminium yang dilas dan dilengkapi di lokasi kritis dengan pelindung laminasi. Selain itu, Bradley memiliki armor baja applique yang dapat dipasangi armor pasif tambahan atau Explosive Reactive Armor (ERA).

Baca juga; Viral, Rusia Hancurkan Tank Leopard Jerman dan Bradley AS yang Dioperasikan Ukraina

ERA terdiri dari 96 ubin yang dipasang di sisi bodi, turret, dan depan, mampu meningkatkan perlindungan terhadap berbagai amunisi anti-lapis baja. Termasuk Rocket Propelled Grenades (RPG) yang diluncurkan di bahu.

5. Mampu Bergerak Cepat dan Amfibi

5 Fakta Unik Ranpur Bradley, Dibekali Rudal Pembunuh Tank

Ranpur Bradley dirancang sebagai kendaraan personel lapis baja ringan untuk bergerak cepat. Dengan bobot standar 24,9 ton, Bradley didukung mesin diesel 500 tenaga kuda, supercharged, delapan silinder, dan berpendingin cairan.

Kemampuan ini memberikan tenaga yang cukup untuk bersaing dengan kendaraan lapis baja lainnya seperti tank M1 Abrams. Dengan rasio power-to-weight 20 tenaga kuda per ton, Bradley dapat mencapai kecepatan tertinggi 40 mil/jam atau 64,4 km/jam di jalan beraspal. Sebagai perbandingan, tank M1 Abrams ditenagai oleh mesin turbin 1.500 tenaga kuda melaju dengan kecepatan 30 mil/jam atau 48,3 km/jam.

Baca juga; Mengenal PT-76, Tank Amfibi Produksi Uni Soviet Andalan TNI

Bradley dirancang untuk melintasi segala medan, termasuk di dalam air, dengan beralih ke mode amfibi dalam lima menit. Varian Bradley terbaru, M2A3 dan M3A3, memiliki ponton tiup di bagian depan dan samping untuk mendorong melewati air dengan kecepatan tertinggi sekitar 4 mil/jam atau 6,4 km/jam.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Rekomendasi
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Berita Terkini
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved