Misteri Lubang Gravitasi di Samudra Hindia Bikin Bingung Ilmuwan
Sabtu, 15 Juli 2023 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mencari jawaban potensial, para peneliti menggunakan 19 model komputer yang mensimulasikan gerakan mantel dan lempeng tektonik di wilayah tersebut selama 140 juta tahun. Mereka kemudian membandingkan dengan simulasi enam model pembentukan geoid rendah.
![Misteri Lubang Gravitasi di Samudra Hindia Bikin Bingung Ilmuwan]()
Dari model itu diketahui, semburan magma panas dengan kepadatan rendah naik menggantikan material dengan kepadatan lebih tinggi. Kondisi ini mengurangi massa dan melemahkan gravitasinya.
Bernhart Steinberger, seorang peneliti geodinamika di Pusat Penelitian Geosains Jerman GFZ, mengatakan, semburan magma yang dikenal dengan gumpalan Afrika terletak 1.000 km barat di bawah Benua Afrika. Gumpalan Afrika merupakan gelembung padat dari material yang mengkristal di dalam mantel Afrika berukuran sebesar benua dan 100 kali lebih tinggi dari Gunung Everest.
Baca juga; Lubang Misterius Berdiameter 25 Meter Tiba-tiba Muncul di Chili
Akhirnya, sekitar 20 juta tahun yang lalu, lempeng Tethyan yang tenggelam menggantikan beberapa magma yang terperangkap di gumpalan Afrika untuk membentuk gumpalan. “Bersama dengan itu terbentuk struktur mantel di sekitar geoid rendah, aktivitas ini bertanggung jawab atas pembentukan anomali geoid negatif ini,” tulis para peneliti.

Dari model itu diketahui, semburan magma panas dengan kepadatan rendah naik menggantikan material dengan kepadatan lebih tinggi. Kondisi ini mengurangi massa dan melemahkan gravitasinya.
Bernhart Steinberger, seorang peneliti geodinamika di Pusat Penelitian Geosains Jerman GFZ, mengatakan, semburan magma yang dikenal dengan gumpalan Afrika terletak 1.000 km barat di bawah Benua Afrika. Gumpalan Afrika merupakan gelembung padat dari material yang mengkristal di dalam mantel Afrika berukuran sebesar benua dan 100 kali lebih tinggi dari Gunung Everest.
Baca juga; Lubang Misterius Berdiameter 25 Meter Tiba-tiba Muncul di Chili
Akhirnya, sekitar 20 juta tahun yang lalu, lempeng Tethyan yang tenggelam menggantikan beberapa magma yang terperangkap di gumpalan Afrika untuk membentuk gumpalan. “Bersama dengan itu terbentuk struktur mantel di sekitar geoid rendah, aktivitas ini bertanggung jawab atas pembentukan anomali geoid negatif ini,” tulis para peneliti.
(wib)
Lihat Juga :