Mengapa Anak Alexander Agung Tidak Bisa Jadi Pewaris Takhta? Ini Alasannya
Senin, 10 Juli 2023 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Ini Alasan Anak Alexander Agung Tidak Menjadi Pewaris Takhta?
Setelah Alexander Agung meninggal karena penyakit misterius pada usia 32 tahun, tidak ada pewaris yang meneruskan takhtanya. Saat itu istrinya sedang mengandung Alexander IV, pada saat itu belum diketahui apakah anaknya laki-laki atau perempuan.Sedangkan Herakles dari Makedonia dinilai bukan anak sah, sehingga mempersulit klaimnya atas takhta Alexander Agung. “Anak laki-laki itu tidak pernah menjadi kandidat untuk menggantikannya karena anak dari seorang selir," kata Worthington kepada Live Science melalui email.
Selain itu, Roxana dan Barsine adalah keturunan Asia, yang tidak disukai oleh beberapa pasukan Alexander Agung. "Menurut sejarawan Alexander (Romawi) kuno Quintus Curtius, kedua putranya diusulkan sebagai calon pewaris takhta dalam pertemuan para jenderal dan kelas kavaleri, namun tentara infanteri menolak karena ibu-ibunya adalah orang Asia,” kata Carol King, profesor klasik di Memorial University of Newfoundland.
Baca juga; Misteri Makam Alexander Agung, Ilmuwan Telusuri 2 Lokasi di Italia dan Mesir
Arrhidaeus, saudara tiri Aleksander Agung, menjadi raja dan Aleksander IV dijadikan wakil penguasa setelah lahir. “Namun, dalam praktiknya tidak ada raja yang benar-benar memerintah," kata King.
Arrhidaeus memiliki beberapa bentuk gangguan mental yang membuatnya sulit untuk menjalankan kekuasaan, sementara Alexander IV masih bayi. Akibatnya, semua menjadi pion dalam perebutan dominasi para jenderal Alexander yang kuat.
“Saat mereka berperang satu sama lain untuk menguasai kekaisaran, semuanya dibunuh,” kata King, merujuk pada anak-anak Arrhidaeus dan Alexander.

Lihat Juga :