Misteri Kitab Henokh, Peninggalan Nabi Idris Tentang Sejarah Umat Manusia
Rabu, 05 Juli 2023 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun beberapa kalangan di Ethiopia meyakini bahwa bahasa asli Kitab Henokh adalah bahasa Ge'ez, para akademisi modern cenderung menyatakan bahwa kitab ini ditulis dalam bahasa Ibrani atau Aram.
Hal ini didukung oleh penemuan fragmen dalam Gulungan Laut Mati. Menurut Ephraim Isaac, Kitab Henokh, seperti Kitab Daniel, sebagian ditulis dalam bahasa Aram dan sebagian lagi dalam bahasa Ibrani. Isi kitab ini menyatakan bahwa penulisnya adalah Henokh (atau dalam Islam dikenal sebagai Nabi Idris), yang hidup sebelum peristiwa Banjir Nuh dalam sejarah Biblikal.
Di kalangan Yahudi, kitab ini tidak dianggap sebagai bagian dari kanon biblika, kecuali oleh pengikut Yahudi di Ethiopia.
Di kalangan Kristen, beberapa masih mengakui keberadaan Kitab Henokh untuk tujuan historis dan teologis, tetapi umumnya tidak memandangnya sebagai kitab kanonik yang terinspirasi secara ilahi. Hanya Gereja Tewahedo Ortodoks Ethiopia dan Gereja Tewahedo Ortodoks Eritrea yang menganggapnya sebagai bagian dari kanon.
Salinan Kitab Henokh yang paling lengkap yang masih ada saat ini berasal dari naskah Ethiopia bernama Mätṣḥäfä Henok dalam bahasa Ge'ez. Pada tahun 1790-an, seorang petualang Skotlandia bernama James Bruce membawa tiga salinan naskah Ethiopia tersebut dari Ethiopia ke Eropa.
Naskah-naskah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan pada tahun 1821 oleh Richard Laurence dengan judul "The Book of Enoch, the Prophet: an Apocryphal Production, Supposed to Have Been Lost for Ages".
Hal ini didukung oleh penemuan fragmen dalam Gulungan Laut Mati. Menurut Ephraim Isaac, Kitab Henokh, seperti Kitab Daniel, sebagian ditulis dalam bahasa Aram dan sebagian lagi dalam bahasa Ibrani. Isi kitab ini menyatakan bahwa penulisnya adalah Henokh (atau dalam Islam dikenal sebagai Nabi Idris), yang hidup sebelum peristiwa Banjir Nuh dalam sejarah Biblikal.
Di kalangan Yahudi, kitab ini tidak dianggap sebagai bagian dari kanon biblika, kecuali oleh pengikut Yahudi di Ethiopia.
Di kalangan Kristen, beberapa masih mengakui keberadaan Kitab Henokh untuk tujuan historis dan teologis, tetapi umumnya tidak memandangnya sebagai kitab kanonik yang terinspirasi secara ilahi. Hanya Gereja Tewahedo Ortodoks Ethiopia dan Gereja Tewahedo Ortodoks Eritrea yang menganggapnya sebagai bagian dari kanon.
Salinan Kitab Henokh yang paling lengkap yang masih ada saat ini berasal dari naskah Ethiopia bernama Mätṣḥäfä Henok dalam bahasa Ge'ez. Pada tahun 1790-an, seorang petualang Skotlandia bernama James Bruce membawa tiga salinan naskah Ethiopia tersebut dari Ethiopia ke Eropa.
Naskah-naskah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan pada tahun 1821 oleh Richard Laurence dengan judul "The Book of Enoch, the Prophet: an Apocryphal Production, Supposed to Have Been Lost for Ages".
Kitab Henokh terdiri dari beberapa bagian utama
1. Kitab Penjaga
Bagian ini mengisahkan tentang para malaikat yang jatuh dari surga dan menikahi manusia, menghasilkan keturunan setengah malaikat setengah manusia yang dikenal sebagai Nefilim. Bagian ini juga berisi tentang nubuat-nubuat dan penglihatan-penglihatan yang diterima oleh Henokh.2. Kitab Perjalanan Henokh
Bagian ini menceritakan tentang perjalanan Henokh ke surga dan neraka serta penglihatan-penglihatan yang ia terima di sana. Henokh bertemu dengan malaikat-malaikat, melihat kehidupan di surga, dan memperoleh pengetahuan tentang penciptaan dan akhir zaman.3. Kitab Mimpi Henokh
Bagian ini berisi serangkaian mimpi yang dialami oleh Henokh dan interpretasinya. Mimpi-mimpi ini mencakup penglihatan-penglihatan tentang masa depan dan penghakiman terakhir.4. Kitab Perumpamaan
Bagian ini berisi serangkaian perumpamaan dan alegori yang mengajarkan hukum-hukum Allah, keadilan, dan hukuman bagi orang berdosa.Lihat Juga :